Tasya Kamila Ungkap Bukti Kontribusi Setelah Lulus Beasiswa LPDP, Tegaskan Pengabdian untuk Indonesia

Rabu 25 Feb 2026, 11:10 WIB
Tasya Kamila membagikan perjalanan kuliah LPDP di Columbia University serta kontribusinya bagi Indonesia. (Sumber: Instagram/@tasyakamila)

Tasya Kamila membagikan perjalanan kuliah LPDP di Columbia University serta kontribusinya bagi Indonesia. (Sumber: Instagram/@tasyakamila)

POSKOTA.CO.ID - Mantan penyanyi cilik sekaligus publik figur, Tasya Kamila, kembali menjadi perhatian publik setelah membeberkan kontribusinya sebagai alumni penerima beasiswa LPDP (Lembaga Pengelola Dana Pendidikan).

Penjelasan tersebut disampaikan untuk menjawab pertanyaan masyarakat terkait bentuk pengabdian penerima beasiswa negara setelah menyelesaikan pendidikan.

Isu mengenai masa bakti alumni LPDP memang tengah ramai diperbincangkan. Tasya menilai pertanyaan publik merupakan hal yang wajar, mengingat biaya pendidikan berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang bertujuan meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.

"Izin laporan, boss! Terima kasih @lpdp_ri atas kepercayaan. Alhamdullilah telah selesai masa bakti. Bismillah, jangan lelah mencintai negeri. Kita semua punya tempat untuk berkontribusi," tulis Tasya Kamila pada unggahan akun Instagramnya.

Baca Juga: Tere Liye Angkat Bicara Soal Polemik Alumni LPDP, Soroti Sikap Warganet yang Dianggap Lebay

Ia juga menegaskan bahwa masyarakat memiliki hak untuk mengetahui dampak nyata dari investasi negara di sektor pendidikan. "Untuk itu, izinkan aku melaporkan apa saja yang sudah kulakukan selama periode masa bakti LPDP dalam berkontribusi pada bangsa," tulis Tasya.

Latar Belakang Pendidikan Tasya Kamila di Amerika Serikat

Tasya Kamila menempuh pendidikan magister di Columbia University, Amerika Serikat, pada periode 2016 hingga 2018. Ia mengambil program Public Administration in Energy and Environmental Policy yang sejalan dengan minatnya pada isu lingkungan dan kebijakan publik.

“Alasan memilih jurusan: ketertarikan pada lingkungan hidup dan kebijakan publik, sejak 2005 menjadi Duta Lingkungan Hidup. Juga punya cita-cita menjadi Menteri, sehingga perlu ilmu policymaking,” tulis Tasya Kamila dalam keterangannya, dikutip Poskota.co.id pada Rabu, 25 Februari 2026.

Ia menjelaskan bahwa pendidikan tersebut menjadi bekal untuk menjembatani komunikasi antara pemerintah dan masyarakat.

“Tujuan kuliah: memperoleh ilmu, keterampilan, dan jaringan untuk memanfaatkan platform sebagai figur publik agar bisa menjadi jembatan antara pemerintah (policymaker) dan masyarakat umum, khususnya di bidang keberlanjutan (sustainability),” lanjutnya.

Baca Juga: Ayah dari Bocah 12 Tahun Ungkap Kejanggalan Usai Anak Meninggal Diduga Dianiaya Ibu Tiri

Prestasi dan Aktivitas Selama Menjadi Awardee LPDP

Selama menjalani studi di Amerika Serikat, Tasya tidak hanya fokus pada akademik. Ia aktif mengikuti berbagai kegiatan internasional dan pengembangan proyek sosial yang berkaitan dengan energi dan keberlanjutan.

Ia berhasil menyelesaikan pendidikan tepat waktu dengan IPK 3,75 sekaligus aktif dalam organisasi pemuda internasional di bawah Perserikatan Bangsa-Bangsa, Sustainable Development Solutions Network – Youth, sebagai perwakilan pemuda Indonesia.

Selain menghadiri berbagai forum PBB di New York sebagai delegasi, moderator, dan peserta, Tasya juga memanfaatkan sumber daya kampus untuk mengembangkan proyek Desa Mandiri Energi di Sumba, Nusa Tenggara Timur.

Tak hanya itu, ia pernah menjabat sebagai Bendahara organisasi mahasiswa Asia Tenggara dan memperkenalkan budaya Indonesia di lingkungan kampus internasional. Pengalamannya juga dilengkapi dengan program magang di Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) guna mendalami kebijakan energi baru terbarukan.

Kontribusi Setelah Kembali ke Indonesia

Setelah meraih gelar magister pada 2018, Tasya memilih langsung kembali ke Indonesia untuk memenuhi komitmen masa bakti sebagai penerima beasiswa LPDP.

Sejak kepulangannya, ia aktif bekerja sama dengan berbagai kementerian dalam kegiatan edukasi publik dan sosialisasi kebijakan pemerintah, khususnya terkait isu keberlanjutan dan lingkungan hidup.

Selain kegiatan langsung di lapangan, Tasya juga memanfaatkan media sosial sebagai sarana edukasi generasi muda. Konten yang berisi pengalaman kuliah dan tips meraih beasiswa LPDP berhasil menjangkau jutaan penonton dan menginspirasi banyak pelajar Indonesia.

Baca Juga: Mantan Kekasih Lindi Fitriyana Siapa? Jadi Sorotan Usai Viral segera Menikah dengan Virgoun

Komitmen Pengabdian Seumur Hidup untuk Indonesia

Bagi Tasya, pengabdian kepada Indonesia tidak berhenti setelah masa bakti administratif selesai. Ia memandang kontribusi sebagai komitmen jangka panjang.

“Namun bagiku, kontribusi kepada negeri tidak berhenti di masa bakti. Ini adalah perjalanan dan komitmen seumur hidup: mencintai negeri, menghargai perjuangan rakyat, dan membangun Indonesia yang sejahtera serta berkelanjutan,” pungkas Tasya Kamila.

"Siapapun kita, memiliki tempat untuk berkontribusi, asal kita mengusahakannya. Termasuk kami, para Ibu Rumah Tangga," pungkasnya.

Di akhir unggahannya, Tasya turut menyoroti bahwa LPDP tidak secara rinci menentukan bentuk kontribusi bagi alumni selama masa bakti. "Menurutku, LPDP percaya bahwa awardee-nya memiliki cara dan kapasitasnya masing-masing untuk berkontribusi," tutupnya.


Berita Terkait


News Update