Selama Ramadhan, Warga Binaan Lapas Rangkasbitung Ikut Program Keagamaan

Rabu 25 Feb 2026, 16:49 WIB
Ratusan warga binaan Lapas Kelas III Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, mengikuti program keagamaan saat Ramadhan. (Sumber: Poskota/Samsul Fatoni)

Ratusan warga binaan Lapas Kelas III Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, mengikuti program keagamaan saat Ramadhan. (Sumber: Poskota/Samsul Fatoni)

LEBAK, POSKOTA.CO.ID - Ramadhan menghadirkan nuansa berbeda di Lembaga Pemasyarakatan Kelas III Rangkasbitung, Kabupaten Lebak.

Di balik jeruji besi, warga binaan membaca Al Quran secara berjamaah. Setiap hari, puluhan warga binaan tampak khusyuk mengikuti tadarus Al Quran dalam program One Day One Juz di Masjid Jami At-Taubah.

Salah seorang warga binaan, Alvian Arief Munawar mengaku, kegiatan tersebut membawa perubahan besar dalam kesehariannya.

“Program ini membuat kami lebih disiplin dan punya target ibadah yang jelas. Rasanya waktu di dalam lapas jadi lebih bermanfaat,” ungkapnya, Rabu 25 Februari 2026.

Baca Juga: Bulog Klaim Harga Pangan di Lebak-Pandeglang Terkendali selama Ramadhan

Program ini menargetkan setiap peserta mampu mengkhatamkan Al Quran selama Ramadhan. Tak hanya bagi yang sudah lancar membaca, pihak lapas juga membuka kelas Iqro bagi warga binaan yang masih belajar dasar membaca huruf hijaiyah.

Ada sekitar 12 warga binaan khusus ditargetkan membaca lima juz per hari secara berkelompok.

“Kalau dikumpulkan, dalam sehari kami bisa dua kali khatam Al-Qur’an secara bersama-sama, biasanya dilakukan pada malam hari,” ujarnya.

Menurutnya, tantangan terbesar bukan hanya menyelesaikan target bacaan, tetapi menjaga konsistensi dan keikhlasan selama menjalankannya.

Baca Juga: Spot Ngabuburit Populer di Kabupaten Lebak Selama Ramadhan

"Ada juga tantangannya, itu tadi itu, menjaga konsistensi dan keikhlasan dalam melakukannya," ucapnya.

Kepala Lapas Kelas III Rangkasbitung, Muarif Khakim menyebut, antusiasme warga binaan dalam mengikuti kegiatan tersebut luar biasa.

“Selama Ramadhan, peningkatan partisipasi warga binaan dalam kegiatan keagamaan sangat signifikan. Mereka tidak hanya tadarus, tetapi juga mengikuti tausiah dan menyaksikan pemutaran video tentang sejarah serta kebudayaan Islam,” tuturnya.

Saat ini, Lapas Kelas III Rangkasbitung menampung 298 warga binaan dari berbagai kasus. Muarif berharap program pembinaan keagamaan tersebut mampu membentuk pribadi yang lebih baik dan memperkuat keimanan para warga binaan.

“Kami ingin mereka kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang lebih bertanggung jawab, dengan bekal nilai-nilai agama yang kuat,” pungkasnya.


Berita Terkait


News Update