Masjid Jami Angke, Berdiri 1761 Masehi dan Jadi Lokasi Berkumpul Ulama-Pejuang Atur Strategi

Rabu 25 Feb 2026, 13:18 WIB
Kondisi Masjid bersejarah Jami Angke Al-Anwar yang berlokasi di Jalan Pangeran Tubagus Angke Gang Masjid 1, Kelurahan Angke, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat. (Sumber: Poskota/ Pandi Ramedhan)

Kondisi Masjid bersejarah Jami Angke Al-Anwar yang berlokasi di Jalan Pangeran Tubagus Angke Gang Masjid 1, Kelurahan Angke, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat. (Sumber: Poskota/ Pandi Ramedhan)

Pasalnya bukan hanya digunakan sebagai tempat ibadah, melainnya jadi tempat berkumpul ulama dan tokoh.

"Perannya sangat penting di masa-masa perjuangan kemerdekaan, karena di sini selain digunakan untuk tempat ibadah, juga digunakan untuk merancang atau menyusun strategi peperangan pada masanya," ungkapnya.

Tokoh Penting Masjid Jami Angke

Salah satu tokoh bersejarah, yaitu Pangeran Tubagus Angke. Lokasi makam tepat berada di belakang masjid.

Baca Juga: Apakah Menangis di Siang Hari Saat Puasa Bisa Bikin Batal? Ini Penjelasannya

Abdillah menuturkan, pada masa itu Pangeran Tubagus Angke diutus menjadi Panglima Perang oleh Kesultanan Banten.

Meski ada makam tokoh penting di area masjid, uniknya tidak ramai orang yang berziarah seperti pada umumnya.

“Masjid ini tidak seramai tempat-tempat peziarahan pada umumnya. Jadi mungkin karena memang keberadaan tokoh sentralnya yaitu Pangeran Tubagus Angke, semasa hidup dan sampai generasi berikutnya itu menyembunyikan jati dirinya. Jadi memang tidak banyak yang tahu tempat ini, hanya yang menelusuri sejarah," tuturnya.

Selain makam Pangeran Tubagus Angke, terdapat beberapa makam keluarga di area masjid ini.

Baca Juga: Besaran Zakat Fitrah 2026 Berapa? Ini Nominal Uang, Niat, dan Batas Waktu Pembayaran

Abdillah menyebutkan mengapa terdapat beberapa makam keluarga, sebab sebelum abad ke-17, area ini merupakan tempat tinggal masyarakat.

Hingga pada abad ke-17 banyak berdatangan para ulama, pedagang, yang kemudian membangun masjid atau tempat beribadah.

"Sehingga banyak ditemukan makam-makam tua dari abad ke-16, 17 hingga ke-18, terutama dari keturunan Pangeran Jayakarta II yaitu Pangeran Tubagus Angke," ungkap Abdillah.


Berita Terkait


News Update