JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Istilah inreyen kini mulai jarang terdengar di kalangan pengguna kendaraan muda. Padahal, inreyen atau dalam bahasa Inggris dikenal sebagai break-in merupakan proses adaptasi awal komponen kendaraan baru.
Tahapan ini bertujuan memastikan bagian penting seperti piston, silinder, rem, hingga sistem transmisi dapat bekerja optimal sebelum digunakan dalam jangka panjang.
Marketing Division Head Auto2000, Nur Imansyah Tara mengatakan, untuk mobil baru termasuk Hybrid EV dianjurkan mengecek Inreyen pada 1,000 kilometer pertama penggunaan.
“Inreyen sendiri sebenarnya tergantung dari pemahaman masing-masing pengguna kendaraan. Namun untuk mobil baru Toyota termasuk Hybrid EV yang dianjurkan adalah melakukan pengecekan setelah penggunaan di 1.000 kilometer pertama,” ujar Imansyah.
Baca Juga: GAC Indonesia Panen 2.095 SPK di IIMS 2026, AION UT jadi Primadona
Teknologi Modern Bikin Komponen Makin Presisi
Perkembangan material dan proses manufaktur membuat komponen mobil modern semakin presisi. Gesekan antar komponen kini lebih kecil sehingga potensi keausan juga menurun.
Selain itu, kualitas pelumas dan cairan pendukung seperti brake fluid serta radiator fluid juga semakin baik.
Kondisi ini membuat sebagian orang beranggapan inreyen sudah tidak diperlukan.
Meski begitu, masa adaptasi tetap dianjurkan. Mobil modern sebaiknya tetap melalui periode penyesuaian hingga satu bulan atau 1.000 km pertama guna mengantisipasi potensi masalah sejak dini.
Baca Juga: Ide Modifiikasi Motor Yamaha Grand Filano Hybrid Bergaya Rally 80-an, Ini Detailnya
Cara Berkendara yang Disarankan Saat Inreyen
Selama masa awal pemakaian, pengemudi disarankan tidak memaksakan performa kendaraan. Beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain:
- Hindari hard braking pada sekitar 500 km pertama untuk menjaga komponen rem
- Tidak mengemudi dengan kecepatan tinggi pada 1.000 km awal
- Hindari akselerasi mendadak
- Jangan membawa muatan berlebih
Langkah tersebut membantu komponen beradaptasi dengan kondisi jalan dan pola penggunaan.
Sisi Positif Masa Inreyen
Bagi pengemudi, periode inreyen juga menjadi waktu ideal untuk memahami karakter kendaraan dan mempelajari fitur-fitur yang tersedia.
Baca Juga: Geely Tutup IIMS 2026 dengan 1.776 SPK, EX2 Jadi Favorit
Beberapa model Toyota terbaru bahkan sudah dilengkapi teknologi Toyota Safety Sense (TSS) dan Panoramic View Monitor yang meningkatkan aspek keselamatan dan kenyamanan.
Pemilik kendaraan dianjurkan memanfaatkan bulan pertama untuk memantau kondisi mobil, mulai dari tekanan ban, level cairan, hingga indikator pada panel instrumen. Perubahan seperti suara mesin kasar atau performa pengereman menurun perlu segera diperiksa.
Pentingnya Servis 1 Bulan atau 1.000 Km
Di luar perdebatan soal inreyen, pengecekan berkala tetap menjadi langkah penting. Servis satu bulan pertama bertujuan memastikan seluruh komponen mesin, sasis, hingga bodi berfungsi normal setelah mulai digunakan.
Pemeriksaan ini juga berkaitan dengan syarat garansi kendaraan. Klaim kerusakan bisa terkendala apabila pemilik terbukti tidak melakukan servis awal sesuai ketentuan.
Untuk mobil hybrid, pengecekan mencakup komponen elektrifikasi seperti motor listrik dan baterai beserta perangkat pendukungnya.
“Sejalan dengan visi, kami mendukung pemakaian awal kendaraan Toyota dengan memberikan servis berkala satu bulan pertama secara gratis” tutup Nur Imansyah Tara.
Dengan perawatan dan pola berkendara yang tepat pada masa awal pemakaian, performa kendaraan diharapkan tetap optimal sekaligus meminimalkan risiko masalah di kemudian hari.
