Banyak yang Sudah Lupa, Inreyen Mobil Baru Masih Perlukah?

Rabu 25 Feb 2026, 16:00 WIB
Simak fungsi break-in, batas pemakaian awal, dan pentingnya servis 1.000 km pertama. (Sumber: Auto2000)

Simak fungsi break-in, batas pemakaian awal, dan pentingnya servis 1.000 km pertama. (Sumber: Auto2000)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Istilah inreyen kini mulai jarang terdengar di kalangan pengguna kendaraan muda. Padahal, inreyen atau dalam bahasa Inggris dikenal sebagai break-in merupakan proses adaptasi awal komponen kendaraan baru.

Tahapan ini bertujuan memastikan bagian penting seperti piston, silinder, rem, hingga sistem transmisi dapat bekerja optimal sebelum digunakan dalam jangka panjang.

Marketing Division Head Auto2000, Nur Imansyah Tara mengatakan, untuk mobil baru termasuk Hybrid EV dianjurkan mengecek Inreyen pada 1,000 kilometer pertama penggunaan.

“Inreyen sendiri sebenarnya tergantung dari pemahaman masing-masing pengguna kendaraan. Namun untuk mobil baru Toyota termasuk Hybrid EV yang dianjurkan adalah melakukan pengecekan setelah penggunaan di 1.000 kilometer pertama,” ujar Imansyah.

Baca Juga: GAC Indonesia Panen 2.095 SPK di IIMS 2026, AION UT jadi Primadona

Teknologi Modern Bikin Komponen Makin Presisi

Perkembangan material dan proses manufaktur membuat komponen mobil modern semakin presisi. Gesekan antar komponen kini lebih kecil sehingga potensi keausan juga menurun.

Selain itu, kualitas pelumas dan cairan pendukung seperti brake fluid serta radiator fluid juga semakin baik.

Kondisi ini membuat sebagian orang beranggapan inreyen sudah tidak diperlukan.

Meski begitu, masa adaptasi tetap dianjurkan. Mobil modern sebaiknya tetap melalui periode penyesuaian hingga satu bulan atau 1.000 km pertama guna mengantisipasi potensi masalah sejak dini.

Baca Juga: Ide Modifiikasi Motor Yamaha Grand Filano Hybrid Bergaya Rally 80-an, Ini Detailnya

Cara Berkendara yang Disarankan Saat Inreyen

Selama masa awal pemakaian, pengemudi disarankan tidak memaksakan performa kendaraan. Beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain:

  • Hindari hard braking pada sekitar 500 km pertama untuk menjaga komponen rem
  • Tidak mengemudi dengan kecepatan tinggi pada 1.000 km awal
  • Hindari akselerasi mendadak
  • Jangan membawa muatan berlebih

Berita Terkait


News Update