Menariknya, seluruh kegiatan tidak dipungut biaya. Operasional pesantren kilat sepenuhnya berasal dari swadaya masyarakat dan d kungan para relawan Masjid Al-Mustaghfirin.
Ketua DKM Masjid Al-Mustaghfirin, Ustaz Ahmad Khotib, berharap para peserta dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk meningkatkan pemahaman agama sekaligus membentuk karakter yang lebih baik.
Ia juga menegaskan bahwa kegiatan ini terbuka bagi anak-anak dari Kampung Panguseupan maupun dari luar wilayah.
Baca Juga: 4 Tips Olahraga Saat Puasa Ramadhan, Pilih Waktu yang Tepat
“Pesantren kilat ini terbuka untuk umum dan tidak dipungut biaya. Kami berharap ilmu yang diperoleh dapat bermanfaat bagi diri mereka dan lingkungan,” ujarnya.
Di tengah suasana Ramadan yang penuh berkah, pesantren kilat di Masjid Al-Mustaghfirin menjadi ruang belajar sekaligus ruang tumbuh bagi generasi muda. Dari malam ke malam, semangat mereka menunjukkan bahwa pendidikan agama tetap menjadi kebutuhan dan harapan bersama masyarakat.
