POSKOTA.CO.ID - Kebiasaan tidur setelah sahur masih kerap dilakukan sebagian umat Islam selama bulan Ramadhan.
Alasannya beragam, mulai dari kurang tidur di malam hari hingga keinginan memanfaatkan waktu pagi untuk beristirahat sebelum beraktivitas.
Namun, praktik ini ternyata tidak dianjurkan dalam ajaran Islam dan juga dinilai kurang baik dari sisi kesehatan.
Hal tersebut disampaikan oleh Ustadz Fauzi Ichsan, yang menekankan pentingnya meneladani sunnah Rasulullah SAW dalam menjalani sahur dan aktivitas setelahnya.
Menurut dia, tidur setelah sahur bukan hanya menghilangkan nilai sunnah, tetapi juga berpotensi menimbulkan dampak negatif bagi tubuh.
Adapun beberapa alasan lainnya yang diungkapkan Ustadz Fauzi Ichsan seperti dikutip dari kanal YouTube Fauzi Ichsan Official, pada Selasa, 23 Februari 2026.
Kenapa Tidur Setelah Sahur Tidak Dianjurkan?
Berikut adalah beberapa poin mengapa tidur setelah sahur tidak dianjurkan menurut penjelasan Ustadz Fauzi Ichsan.
1. Tidak Dicontohkan Rasulullah SAW
Dalam berbagai riwayat, Rasulullah SAW tidak pernah tidur setelah sahur. Setelah makan sahur, beliau mengisi waktu dengan zikir, ibadah, dan persiapan salat Subuh.
Meneladani sunnah ini menjadi salah satu alasan utama menghindari tidur setelah sahur.
“Rasulullah SAW mengakhirkan sahur, lalu beliau berzikir, melaksanakan salat sunnah, hingga tiba waktu Subuh. Tidak ada riwayat yang menyebutkan beliau langsung tidur setelah makan,” ungkap Ustadz Fauzi dalam salah satu kajiannya.
2. Menghilangkan Keutamaan Waktu Menjelang Subuh
Waktu setelah sahur hingga terbit matahari merupakan momen yang penuh keberkahan.
Tidur pada waktu tersebut membuat seseorang kehilangan kesempatan untuk memperbanyak zikir, membaca Al-Qur’an, dan melaksanakan salat sunnah.
3. Berpotensi Mengganggu Sistem Pencernaan
Tidur dalam kondisi perut baru terisi makanan dapat memperlambat proses pencernaan.
Hal ini berisiko menimbulkan rasa tidak nyaman, perut kembung, hingga gangguan lambung selama berpuasa.
“Setelah makan, tubuh membutuhkan aktivitas ringan agar proses pencernaan berjalan optimal. Tidur justru membuat kerja organ pencernaan menjadi tidak maksimal,” jelasnya.
4. Dapat Memicu Kadar Gula Darah Tidak Stabil
Sejumlah pakar kesehatan menyebutkan bahwa langsung tidur setelah makan berpotensi memengaruhi metabolisme tubuh, termasuk meningkatkan kadar gula darah, terutama jika dilakukan secara berulang.
5. Menurunkan Kualitas Puasa
Tubuh yang tidak beradaptasi dengan baik setelah sahur berisiko merasa lemas, mengantuk, dan kurang fokus di pagi hari.
Kondisi ini dapat berdampak pada produktivitas dan kekhusyukan ibadah selama Ramadhan.
6. Berisiko Melewatkan Salat Subuh Berjamaah
Tidur setelah sahur sering kali membuat seseorang terlelap hingga melewati waktu Subuh. Padahal, salat Subuh berjamaah memiliki keutamaan besar dalam Islam.
7. Tidak Membantu Pola Hidup Disiplin Selama Ramadhan
Kebiasaan tetap terjaga setelah sahur melatih kedisiplinan, manajemen waktu, serta kebiasaan bangun pagi.
Sebaliknya, tidur setelah sahur cenderung membentuk pola hidup malas dan tidak produktif.
8. Mengurangi Kesempatan Meraih Pahala Salat Syuruq
Dengan tetap terjaga hingga matahari terbit, umat Islam berkesempatan menunaikan salat syuruq yang memiliki keutamaan pahala besar. Tidur setelah sahur membuat peluang ini terlewatkan.
Ustadz Fauzi Ichsan menekankan, waktu setelah sahur hingga terbit matahari merupakan waktu emas yang sangat dianjurkan untuk diisi dengan ibadah.