KALIDERES, POSKOTA.CO.ID - Proyek pembangunan rumah duka dan krematorium di Kalideres, Jakarta Barat ditolak oleh warga sekitar.
Gubernur Jakarta, Pramono Anung mengetahui hal ini dan akan melakukan tindak lanjut atas keberatan warga tersebut yang menolak proyek dilanjutkan.
"Yang pertama untuk krematorium, saya akan dalami ya. Saya memang juga melihat ketika ada warga di Citra Garden 1, 2 yang kemudian mereka melakukan protes," kata Pramono kepada wartawan, Senin, 23 Februari 2026.
Pramono mengaku kaget, dimana warga juga sempat melakukan aksi unjuk rasa untuk menolak proyek pembangunan rumah duka dan krematorium tersebut.
Baca Juga: Rencana Bangun Makam Baru dan Waduk di Lahan TPU Pegadungan, Sejumlah Warga Pindah ke Rusun
"Itu saya akan dalami dulu apakah perizinannya dan izinnya sudah ada, karena saya terus terang juga kaget ketika ada demo-demo itu," ucap dia.
Sebelumnya, warga Perumahan Citra 8 Kalideres, Jakarta Barat melakukan aksi unjuk rasa menolak pembangunan rumah duka dan krematorium pada Sabtu, 22 Februari 2026.
Warga yang mengatasnamakan RW 12 dan RW 19 Perumahan Citra 2 ini menggeruduk lokasi proyek yang berada di dekat RSUD Kalideres, sambil mebawa poster atau spanduk penolakan.
Perwakilan masyarakat Citra 2, Budiman Tandiono mengungkapkan, penolakan ini lantaran warga merasa tidak mendapatkan informasi terkait akan adanya pembangunan rumah duka dan krematorium.
Baca Juga: Ugal-ugalan hingga Sebabkan Orang Tewas, Pria di Bogor Ditangkap
Menurutnya, warga baru mengetahui adanya proyek pembangunan tersebut setelah beberapa alat berat masuk ke kawasan perumahan.
"Kami tidak pernah menerima sosialisasi atau pemberitahuan resmi. Tahu-tahu sudah ada alat berat masuk dan pembangunan berjalan," kata Budiman kepada wartawan, Minggu, 22 Februari 2026.
Lebih lanjut, warga juga menyoroti terkait izin proyek yang disebut terbit tanggal 6, namun hingga kini tidak terlihat adanya papan informasi plang Izin Mendirikan Bangunan (IMB) dari proyek tersebut.
Baca Juga: Aksi Brutal 4 Remaja Jelang Sahur, Jari Tangan Korban Putus
Masalah lain yang resahkan warga adalah proyek tersebut kini dijaga ketat oleh sejumlah orang dari organisasi masyarakat (ormas). (pan)