POSKOTA.CO.ID - Memasuki bulan suci Ramadhan, banyak orang tua serta guru TPA mencari media pembelajaran kreatif agar anak lebih mudah memahami makna sahur dan puasa.
Salah satu metode yang paling sering digunakan adalah tepuk sahur, yaitu kombinasi antara tepukan tangan berirama dan lirik singkat yang mudah diingat.
Secara pedagogis, metode ini dinilai efektif karena menggabungkan unsur motorik, auditori, dan memori. Anak-anak cenderung lebih cepat menghafal informasi yang disampaikan melalui ritme dan permainan sederhana.
Tepuk sahur biasanya berisi ajakan bangun sahur, membaca niat, menjaga perilaku, hingga mengenalkan nilai dasar dalam berpuasa. Dengan cara ini, anak tidak hanya menghafal tetapi juga memahami tahapan ibadah dengan cara yang menyenangkan.
Baca Juga: Cara Menghilangkan Bau Mulut Saat Puasa Ramadhan, Perhatikan Menu Sahur dan Kebersihan Mulut
Lirik Tepuk Sahur yang Viral di Media Sosial
Salah satu lirik tepuk sahur yang paling banyak digunakan berasal dari akun pendidikan anak di platform TikTok. Materi ini menjadi rujukan guru-guru PAUD dan TPA karena singkat, interaktif, serta memiliki ritme yang mudah diikuti anak.
Berikut lirik lengkap Tepuk Sahur:
Tepuk Sahur
Bangun malam
Cuci muka
Cuci tangan
Baca niat
Makan sahur
Sahur… sahur… (4x)
Urutan lirik ini membantu anak memahami tahapan sebelum berpuasa. Pengulangan kata “sahur” juga meningkatkan semangat anak ketika dibangunkan, sehingga rutinitas pagi terasa lebih menyenangkan.
Variasi Lirik Tepuk Puasa untuk Pembelajaran di TPA
Selain tepuk sahur, guru biasanya memperkenalkan tepuk puasa sebagai sarana memahami aturan puasa, pengendalian diri, hingga amalan Ramadhan. Beberapa versi lirik berikut juga sering diadaptasi dari referensi nada di platform YouTube @devanokids
1. Lirik Tepuk Puasa (Versi Lengkap)
Tepuk puasa…
Prok… prok… prok…
Tidak makan, tidak minum, tidak batal
Prok… prok… prok…
Jaga hati, jaga mulut, jaga mata
Prok… prok… prok…
Quran terus dibaca sambil menunggu buka
Tarawih, bangun sahur, jangan lupa…
Puasa…
Versi ini menekankan pengendalian diri serta pentingnya ibadah malam seperti tarawih dan sahur.
2. Lirik Tepuk Puasa (Siang dan Malam)
Tepuk puasa…
Prok… prok… prok…
Tidak makan
Prok… prok… prok…
Tidak minum
Prok… prok… prok…
Siang hari
Prok… prok… prok…
Boleh makan
Prok… prok… prok…
Boleh minum
Prok… prok… prok…
Malam hari
Sahur… sahur…
Prok… prok… prok…
Versi ini memudahkan anak membedakan waktu puasa dan waktu berbuka.
3. Lirik Tepuk Puasa dan Rukun Islam
Puasa rukun Islam yang keempat
Sahur… sahur…
Prok… prok… prok…
Artinya menahan lapar dan haus
Sahur… sahur…
Prok… prok… prok…
Tarawih malam hari
Zakat fitrah tak lupa
Lebaran bergembira, hore!
Lirik ini memperkenalkan konsep rukun Islam secara bertahap melalui ritme yang ceria.
4. Lirik Tepuk Puasa (Versi Lagu)
Tepuk puasa
Prok… prok… prok…
Tidak makan, tidak minum siang hari
Boleh makan, boleh minum malam hari
Jaga hati, jaga lisan
Jaga mata, jaga pikiran
Kalau lebaran… kita takbiran
Bagian takbiran memberikan nuansa gembira menjelang Idulfitri.
Mengenalkan Karakter Baik Melalui Tepuk Anak Sholeh
Selain lirik tentang puasa, guru sering menambahkan Tepuk Anak Sholeh untuk membentuk karakter dan akhlak dasar. Metode ini menstimulasi rasa percaya diri sekaligus mengenalkan nilai-nilai kebaikan.
Lirik Tepuk Anak Sholeh:
Prok… prok… prok…
Aku
Prok… prok… prok…
Anak sholeh
Prok… prok… prok…
Rajin sholat
Rajin ngaji
Orang tua dihormati
Cinta Islam sampai mati
Laa ilaha illallah, Muhammadur rasulullah
Islam… Islam yes!
Pengulangan pada tepuk ini membantu anak lebih percaya diri saat tampil di depan kelas. Selain itu, liriknya menanamkan nilai hormat, disiplin ibadah, hingga identitas keislaman sejak dini.
Baca Juga: Melihat Pameran Artefak Rasulullah dan Sahabat di Pakansari, Terbesar dan Gratis
Lirik Tepuk Rukun Islam untuk Hafalan yang Lebih Cepat
Tepuk Rukun Islam juga menjadi materi yang umum dipadukan dalam pembelajaran Ramadhan. Irama membuat urutan rukun Islam lebih cepat diingat anak.
Sebutkan rukun Islam yang pertama…
Prok… prok… prok…
Syahadat
Sebutkan yang kedua…
Prok… prok… prok…
Salat
Ketiga puasa
Keempat bayar zakat
Kelima naik haji, naik pesawat… wush wush…
Versi alternatif:
Satu syahadat
Dua salat
Tiga puasa
Empat bayar zakat
Lima naik haji
Metode ritmik ini terbukti membuat hafalan lebih stabil dan menyenangkan.
Mengajarkan ibadah puasa tidak harus dilakukan dengan cara yang kaku. Menggunakan metode tepuk mulai dari tepuk sahur, tepuk puasa, hingga tepuk rukun Islam membuat proses belajar terasa lebih ringan dan interaktif.
Dengan berbagai variasi lirik yang sederhana dan mudah diikuti, anak mampu memahami makna sahur, puasa, ibadah Ramadhan, hingga akhlak mulia sejak usia dini.
