POSKOTA.CO.ID - Nama Erzalul Octa Azis, tengah menjadi sorotan menyusul mencuatnya dugaan kasus pelecehan seksual yang melibatkan dirinya.
Sosok yang mengklaim berprofesi sebagai sutradara dan penulis film itu dituding melakukan pelecehan terhadap perempuan berusia 17 tahun dalam proses casting proyek film.
Pencarian publik terhadap latar belakang Erzalul Octa Azis meningkat tajam, termasuk terkait rekam jejak profesional hingga keberadaan akun media sosial pribadinya.
Kasus ini mencuat setelah seorang perempuan bernama Adine mengungkapkan pengalamannya melalui media sosial X.
Dugaan pelecehan seksual ini pertama kali mencuat ke ruang publik setelah Adine menyampaikan pengakuannya melalui akun X @adnazraa pada Minggu, 22 Februari 2026.
Dalam unggahan tersebut, Adine mengungkapkan dugaan pelecehan yang dialaminya saat mengikuti proses casting proyek film yang melibatkan Erzalul Octa Azis.
Tak hanya mengaku sebagai korban, Adine juga menyebut bahwa terdapat sedikitnya tiga korban dalam kasus tersebut, termasuk anak di bawah umur.
Pengakuan ini sontak memantik perhatian luas dari warganet dan memicu desakan agar kasus tersebut ditelusuri lebih lanjut.
Berdasarkan pengakuan korban, dugaan pelecehan bermula dari pengumuman casting yang disebarkan melalui Instagram.
Korban disebut dihubungi secara langsung dan diajak mengikuti proses seleksi untuk proyek film yang tengah digarap pelaku.
Proses casting yang awalnya terkesan profesional tersebut kemudian berlanjut pada komunikasi intens secara personal.
Dalam tahap inilah, menurut korban, terjadi dugaan praktik grooming yang dilakukan secara bertahap.
Adine juga menyebut pelaku meminta komunikasi rutin secara personal dengan talent yang digaet.
Komunikasi tersebut diklaim sebagai bagian dari proses pendalaman karakter untuk kebutuhan film.
Namun, dalam praktiknya, pelaku justru diduga meminta foto-foto pribadi yang dinilai tidak wajar.
Dugaan itu diperkuat dengan tangkapan layar percakapan antara korban dan pelaku yang turut beredar di media sosial.
Pada sejumlah percakapan, pelaku disebut meminta korban mengenakan busana minim dan melakukan adegan yang dinilai kurang senonoh.
Adine mengungkap bahwa, sang sutradara juga menanyakan ukuran pakaian dalam korban.
Tak hanya itu, korban menyebut, adanya penawaran bayaran khusus untuk bagian tubuh tertentu yang boleh disentuh.
Permintaan tersebut dinilai melampaui batas profesional dan membuat korban merasa tidak aman.
Akibat permintaan yang dianggap tak wajar itu, Adine akhirnya, memutuskan mundur dari proyek film tersebut setelah mendapatkan dukungan penuh dari orang tuanya.
Lantas, siapa sebenarnya Erzalul Octa Azis dan apa akun Instagramnya? Berikut profil sutradara yang disorot usai dugaan pelecehan seksual.
Erzalul Octa Azis Siapa dan Apa Akun IG-nya?
Erzalul Octa Azis atau Ezra diketahui sebagai pendiri ER Group, sebuah entitas bisnis yang berdiri pada 24 November 2014.
Perusahaan tersebut menaungi sejumlah unit usaha di berbagai bidang, mulai dari pelatihan dan motivasi, event organizer, hingga kuliner.
Dalam dunia profesional, Erza dikenal aktif sebagai trainer dan motivator muda.
Melalui ER Trainer, ia kerap mengisi pelatihan pengembangan diri dan bisnis. Sementara melalui ER PRO, ia merambah industri kreatif dan perfilman.
Erza tercatat terlibat dalam proyek film berjudul Tirai Jagal. Dalam proyek tersebut, ia berperan sebagai penulis sekaligus sutradara.
Film itu disebut mengusung genre thriller, action, dan gore dengan sejumlah adegan sensitif yang menjadi bagian dari narasi cerita.
Seperti diketahui, Erza diketahui aktif menggunakan akun Instagram @officialerzaa.
Namun, seiring mencuatnya dugaan kasus ini, akun tersebut diduga telah menghilang atau tidak lagi dapat diakses publik.
Baca Juga: Motor RX King Terbakar di Pakansari Diduga Sempat Ikut Balap Liar
Bantahan Erzalul Octa Azis
Di sisi lain, Erzalul Octa Azis atau yang akrab disapa Erza membantah seluruh tuduhan tersebut.
Ia mengklaim, telah menyampaikan seluruh detail terkait film, termasuk adegan sensitif, kepada talent sejak awal.
"Nah ini chat terakhir saya, bahwa dia tidak bermasalah asalkan adegan-adegan yang lain itu tidak ditampilkan karena dia masih cukup muda untuk memerankan adegan itu. Dan kita nggak masalah gitu ya, dia hanya... dia sudah sepakat nih. Nah ini buktinya," ucap Erza.
Erza juga mengungkapkan, dalam proses komunikasi dengan talent, terdapat orang tua yang mendampingi. Dia menegaskan, proses tersebut dilakukan secara terbuka.
"Ya, ini chatan terakhir, dan pada saat kita teleponan itu ada orang tuanya di samping. Itu kita lagi deal-deal-an tuh. Ya, saya tahu ada orang tuanya. 'Kamu bersedia dipegang di area mana saja? Mana yang sensitif, mana yang nggak mau?' gitu ya," jelasnya.
