Dalam tahap inilah, menurut korban, terjadi dugaan praktik grooming yang dilakukan secara bertahap.
Adine juga menyebut pelaku meminta komunikasi rutin secara personal dengan talent yang digaet.
Komunikasi tersebut diklaim sebagai bagian dari proses pendalaman karakter untuk kebutuhan film.
Namun, dalam praktiknya, pelaku justru diduga meminta foto-foto pribadi yang dinilai tidak wajar.
Dugaan itu diperkuat dengan tangkapan layar percakapan antara korban dan pelaku yang turut beredar di media sosial.
Pada sejumlah percakapan, pelaku disebut meminta korban mengenakan busana minim dan melakukan adegan yang dinilai kurang senonoh.
Adine mengungkap bahwa, sang sutradara juga menanyakan ukuran pakaian dalam korban.
Tak hanya itu, korban menyebut, adanya penawaran bayaran khusus untuk bagian tubuh tertentu yang boleh disentuh.
Permintaan tersebut dinilai melampaui batas profesional dan membuat korban merasa tidak aman.
Akibat permintaan yang dianggap tak wajar itu, Adine akhirnya, memutuskan mundur dari proyek film tersebut setelah mendapatkan dukungan penuh dari orang tuanya.
Lantas, siapa sebenarnya Erzalul Octa Azis dan apa akun Instagramnya? Berikut profil sutradara yang disorot usai dugaan pelecehan seksual.
