Boleh atau Tidak? Ini Aturan Berhubungan Suami Istri Saat Ramadan Menurut Syariat

Senin 23 Feb 2026, 06:00 WIB
Pasangan suami istri dianjurkan menjaga adab dan waktu yang tepat dalam berhubungan intim selama bulan Ramadan agar ibadah tetap maksimal. (Sumber: Unsplash)

Pasangan suami istri dianjurkan menjaga adab dan waktu yang tepat dalam berhubungan intim selama bulan Ramadan agar ibadah tetap maksimal. (Sumber: Unsplash)

POSKOTA.CO.ID - Memasuki bulan suci Ramadan, umat Muslim dianjurkan untuk menjaga diri dari hal-hal yang dapat mengurangi kesempurnaan ibadah puasa.

Salah satu pertanyaan yang kerap muncul di kalangan pasangan suami istri adalah mengenai diperbolehkannya hubungan intim selama Ramadan. Banyak yang masih ragu, Apakah suami istri boleh berhubungan intim saat berpuasa?

Secara prinsip, Islam memberikan aturan yang jelas terkait hal tersebut. Hubungan suami istri tetap diperbolehkan, selama dilakukan pada waktu yang dibolehkan syariat dan tidak melalaikan ibadah wajib lainnya. Artikel ini merangkum panduan utama yang dapat menjadi pegangan bagi setiap pasangan Muslim.

Baca Juga: Hukum Sikat Gigi Saat Puasa Ramadhan, Makruh atau Membatalkan?

Hubungan Intim Diperbolehkan Setelah Waktu Berbuka Puasa

Hubungan intim merupakan hal yang sah dan bernilai ibadah bagi pasangan suami istri. Namun, saat berpuasa, aktivitas tersebut dilarang dilakukan sejak terbit fajar hingga terbenam matahari. Karena itu, hubungan intim baru diperbolehkan saat waktu berbuka tiba.

Meski begitu, dianjurkan untuk memberi jeda waktu setelah berbuka guna memulihkan energi. Dengan mengonsumsi makanan bergizi terlebih dahulu, tubuh akan lebih siap dan bugar.

Catatan penting: Sebaiknya aktivitas dilakukan setelah salat Magrib, agar tidak mengganggu pelaksanaan ibadah wajib.

Waktu Ideal Berhubungan Intim: Malam Hari Hingga Sebelum Masuk Subuh

Pasangan suami istri memiliki waktu yang cukup panjang untuk melakukan hubungan intim di malam hari setelah berbuka hingga sebelum azan Subuh. Rentang waktu ini dinilai ideal karena:

  • Tubuh telah mendapatkan asupan nutrisi dari makanan berbuka.
  • Setelah salat Tarawih, pasangan dapat lebih rileks dan tidak terburu-buru.
  • Waktu malam memberikan kesempatan bagi pasangan untuk berinteraksi secara lebih nyaman.

Aktivitas ini juga dapat dilakukan sebelum sahur, selama belum masuk waktu Subuh dan tidak melalaikan ibadah lainnya.

Kewajiban Mandi Junub sebelum Melaksanakan Ibadah Puasa

Setelah berhubungan intim, pasangan wajib melaksanakan mandi junub sebagai syarat sah menjalankan ibadah. Idealnya, mandi wajib dilakukan sebelum masuk waktu Subuh agar pelaksanaan ibadah selanjutnya berjalan dengan sempurna.

Namun, bila seseorang belum sempat mandi sebelum azan Subuh berkumandang, puasanya tetap sah. Hal ini pernah dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW, sebagaimana dikutip dari Rumaysho.

Dengan demikian, mandi junub dapat dilakukan setelah Subuh, selama tidak menunda pelaksanaan salat Subuh.

Membatasi Kemesraan Berlebih di Siang Hari saat Berpuasa

Walaupun berstatus suami istri, menjaga batasan kemesraan di siang hari saat Ramadan tetap menjadi keharusan. Bermesraan dapat menimbulkan gairah berlebih yang berpotensi membatalkan puasa, terutama jika sampai terjadi keluarnya air mani karena rangsangan.

Larangan ini bukan untuk membatasi hubungan suami istri, tetapi sebagai upaya menjaga kekhusyukan ibadah puasa. Karenanya, penting bagi pasangan untuk saling mendukung dalam menjaga diri dan memahami batasan yang ditetapkan syariat.

Baca Juga: Melihat Pameran Artefak Rasulullah dan Sahabat di Pakansari, Terbesar dan Gratis

Tidak Melalaikan Ibadah-Ibadah di Bulan Ramadan

Meskipun hubungan intim bernilai ibadah bagi pasangan, aktivitas tersebut tidak boleh mengganggu pelaksanaan amalan utama di bulan Ramadan, seperti:

  • Salat Tarawih
  • Salat Tahajud
  • Tadarus Al-Qur’an
  • I’tikaf (terutama pada 10 hari terakhir)

Pada malam-malam tertentu, terutama menjelang Lailatul Qadar, pasangan dianjurkan untuk lebih memaksimalkan ibadah. Prioritas harus diberikan pada amalan-amalan yang hanya hadir pada bulan Ramadan.

Aturan mengenai hubungan intim di bulan Ramadan bersifat jelas dan tidak menyulitkan. Islam tetap memberi ruang bagi pasangan suami istri untuk menjaga keharmonisan rumah tangga, sekaligus memastikan kualitas ibadah tetap terjaga.

Selama dilakukan pada waktu yang tepat yaitu setelah Magrib hingga sebelum Subuh hubungan intim tetap sah dan tidak membatalkan puasa. Pasangan juga dianjurkan untuk menjaga batas kemesraan pada siang hari serta tidak mengabaikan ibadah wajib dan amalan sunnah yang dianjurkan selama Ramadan.

Dengan memahami aturan ini, pasangan Muslim dapat menjalani Ramadan dengan lebih tenang, penuh keberkahan, dan tetap harmonis.


Berita Terkait


News Update