Penambahan ketebalan tersebut memberi ruang ekstra bagi Apple untuk menanamkan baterai berkapasitas lebih besar.
Jika terealisasi, kapasitas ini membuat iPhone 18 Pro Max unggul dibanding kompetitor utama seperti seri flagship dari Samsung, yang hingga kini masih bertahan di kisaran 5.000 mAh.
2. Chip Generasi Baru
Tak hanya mengandalkan baterai besar, Apple juga dikabarkan meningkatkan efisiensi daya melalui penggunaan chip generasi terbaru.
Laporan menyebut, iPhone 18 Pro Series akan dibekali chip N2 dan chip C2, yang merupakan chipset jaringan dan konektivitas buatan Apple sendiri.
Kehadiran chip ini diyakini akan membuat konsumsi daya lebih hemat, terutama untuk aktivitas streaming, konektivitas seluler, Wi-Fi, hingga kondisi standby.
Kombinasi baterai besar dan efisiensi chip baru disebut mampu memperpanjang daya tahan perangkat secara signifikan.
Baca Juga: Harga Terbaru iPhone 13 dan 14 Desember 2025, Dijual Mulai dari Rp8 Jutaan
3. Konektivitas 5G
Bocoran lain yang tak kalah menarik adalah dukungan konektivitas 5G melalui satelit.
Jika sebelumnya iPhone hanya mendukung fitur SOS darurat dan pesan berbasis satelit, pada iPhone 18 Pro Series konektivitas ini disebut akan diperluas.
Fitur ini memungkinkan pengguna tetap terhubung meski berada di area tanpa sinyal seluler, seperti daerah terpencil, pegunungan, hutan, hingga wilayah ekstrem.
Kehadiran fitur tersebut menjadi langkah besar Apple dalam memperluas fungsi komunikasi darurat sekaligus konektivitas global.
4. Performa Lebih Kencang
Seluruh peningkatan tersebut akan dikendalikan oleh chipset utama terbaru, yakni A20 Pro.
