Agar Puasa Tidak Sia-Sia, Ini 5 Nasihat Penting Buya Yahya di Bulan Ramadhan

Senin 23 Feb 2026, 16:50 WIB
Simak nasihat Buya Yahya tentang lima perilaku yang harus dihindari agar puasa Ramadan bernilai ibadah sempurna dan tidak hanya menghasilkan lapar serta dahaga. (Sumber: Instagram/@buyayahya_albajah)

Simak nasihat Buya Yahya tentang lima perilaku yang harus dihindari agar puasa Ramadan bernilai ibadah sempurna dan tidak hanya menghasilkan lapar serta dahaga. (Sumber: Instagram/@buyayahya_albajah)

“Share sesuatu menjadikan orang bermusuhan. Hari ini ribut orang. Bahasannya (kadang-kadang) urusan agama. Dinaikkan, diangkat, ramai hebat debat ustaz dengan ustaz. Seram. Masya Allah. Semuanya pengikut lihat komentar-komentarnya menghabiskan pahala puasa, caci maki semuanya," ujarnya.

  1. Tidak Menjaga Pandangan di Dunia Nyata dan Media Sosial

Menundukkan pandangan merupakan bagian penting dari kesempurnaan puasa. Tantangan justru semakin besar di era digital ketika berbagai konten mudah diakses melalui gawai. Buya Yahya menekankan pentingnya kewaspadaan terhadap godaan di dunia maya.

“Ternyata di alam maya lebih dahsyat lagi urusan aurat. Di alam nyata mungkin ada perempuan yang tersingkap auratnya lalu kita ingin melihatnya terhenti di saat dia sudah mulai sadar kita lihat. Tapi di alam maya kalau tidak sadar tidak akan berhenti, dan ini kadang terjadi di bulan Ramadhan,” katanya.

  1. Puasa Hanya Sekadar Mengubah Waktu Makan

Puasa bukan hanya memindahkan waktu makan dari siang ke malam. Ibadah ini seharusnya menjadi latihan menundukkan hawa nafsu dan memperbaiki perilaku. Namun masih ada yang tetap menikmati tontonan tidak pantas atau mengikuti dorongan syahwat tanpa upaya memperbaiki diri.

Buya Yahya menegaskan bahwa kurangnya pemahaman terhadap makna Ramadhan membuat ibadah menjadi sia-sia. “Karena dia tidak paham makna ini, maka di Ramadhan pun ternyata dia masih asyik dengan tontonan-tontonan yang tidak pantas," tegasnya.

Baca Juga: Bolehkah Pasutri Berhubungan Intim di Siang Ramadhan Jika Tidak Puasa? Ini Penjelasan Hukumnya

Puasa Bukan Sekadar Lapar dan Dahaga

Puasa yang diterima bukan hanya yang membuat tubuh menahan lapar, tetapi juga yang membersihkan hati serta memperbaiki akhlak. Menahan makan dan minum hanyalah dasar, sedangkan inti puasa adalah kemampuan mengendalikan amarah, lisan, pandangan, dan ego.

Ramadhan merupakan kesempatan berharga yang belum tentu datang kembali di tahun berikutnya. Karena itu, umat Muslim diingatkan untuk menjadikan bulan suci ini sebagai momen transformasi diri, bukan sekadar tradisi tahunan agar tidak termasuk golongan yang berpuasa namun hanya memperoleh lapar dan dahaga.


Berita Terkait


News Update