Sementara itu, Ayah kandung korban, Anwar Satibi, tidak kuasa menahan histeris saat mengetahui anak pertamanya meninggal dunia di rumah sakit.
Ia mengaku, terpukul dan tidak menyangka harus kehilangan putranya dengan cara yang begitu tragis.
Anwar juga mengungkapkan dugaan kekerasan terhadap anaknya bukan kali pertama terjadi.
Menurut dia, peristiwa serupa pernah terjadi pada 2025, namun saat itu diselesaikan melalui jalur mediasi demi mempertimbangkan keutuhan keluarga.
Baca Juga: Link Video Tiara Kartika Ramai Dicari, Hati-hati Jebakan Phishing dan Malware
"Sebelumnya juga pernah terjadi penganiayaan, terus saya laporkan ke PPA Polres Pelabuhan Ratu dan istri saya datang memohon sujud ke saya dan akhirnya minta saran ke Pak Haji Isep dan dibilang tidak ada salahnya memaafkan orang siapa tahu berubah ke depan," ujar Anwar Satibi.
Setelah dinyatakan meninggal dunia, jenazah korban menjalani proses autopsi untuk mengetahui penyebab kematian secara medis.
Disisi lain, pihak kepolisian menyatakan masih melakukan pendalaman terhadap kasus tersebut.
Kapolsek Jampangkulon, AKP Muhlis, menegaskan bahwa penyelidikan masih berlangsung dan belum ada kesimpulan resmi yang bisa disampaikan ke publik.
“Itu belum jelas. Saat ini semuanya masih dalam tahap penyelidikan. Kami belum bisa menyimpulkan apa pun sebelum hasil pemeriksaan medis dan penyelidikan selesai,” tegas AKP Muhlis.
Ia juga mengimbau, masyarakat untuk tidak terburu-buru menarik kesimpulan dan menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada aparat yang berwenang.
Saat ini, kasus kematian bocah 12 tahun tersebut masih ditangani Satreskrim Polres Sukabumi.
