POSKOTA.CO.ID - TNI Angkatan Udara (TNI AU) bersama Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) mengevakuasi jenazah pilot Pelita Air Service, Kapten Hendrick L. Adam, ke Tarakan, Jumat, 20 Februari 2026.
Pesawat kargo milik Pelita Air tersebut mengalami kecelakaan di wilayah di wilayah Krayan, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara.
"Proses evakuasi dilakukan melalui jalur udara menggunakan pesawat milik Mission Aviation Fellowship (MAF) dengan registrasi PK-MEE," ujar Komandan Lanud Anang Busra, Marsma TNI Andreas A. Dhewo dikutip dalam keterangannya, Sabtu, 21 Februari 2026.
Menurut Andreas, proses evakuasi dimulai pukul 09.35 WITA menggunakan pesawat MAF registrasi PK-MEE yang lepas landas dari Tarakan pukul 10.20 WITA dan tiba di Long Bawan sekitar pukul 11.10 WITA.
Baca Juga: Diduga Ugal-ugalan! 16 Tewas dalam Kecelakaan Maut Bus PO Cahaya Trans di Exit Tol Krapyak Semarang
Setelah pemindahan jenazah, pesawat kembali ke Tarakan pukul 11.38 WITA dengan membawa delapan penumpang.
“Pesawat tiba kembali di Tarakan pada pukul 12.25 WITA dengan membawa delapan penumpang dan satu jenazah,” ucap Andreas.
Setibanya di Tarakan, kata Andreas, jenazah Kapten Hendrick L. Adam diserahkan secara resmi kepada pihak Pelita Air Service.
Selanjutnya, jenazah dibawa ke tempat pemulasaran di kawasan Gunung Lingkas Aci sebelum direncanakan diterbangkan ke Jakarta. Disebutnya, keberhasilan proses evakuasi merupakan hasil kerja sama lintas instansi.
“Keberhasilan ini merupakan wujud sinergi dan koordinasi yang solid antara TNI AU, Basarnas, dan pihak terkait lainnya, didukung respons cepat serta profesionalisme seluruh personel di lapangan," kata Andreas.
