Terkuak! Sebelum Tewas, Bocah 12 Tahun di Sukabumi Sempat Ceritakan Perlakuan Ibu Tiri

Sabtu 21 Feb 2026, 07:33 WIB
Ilustrasi - Kasus kematian tragis seorang bocah berusia 12 tahun di Sukabumi, Jawa Barat karena diduga dianiya ibu tiri. (Sumber: Freepik.)

Ilustrasi - Kasus kematian tragis seorang bocah berusia 12 tahun di Sukabumi, Jawa Barat karena diduga dianiya ibu tiri. (Sumber: Freepik.)

POSKOTA.CO.ID - Kasus kematian tragis bocah berusia 12 tahun di Sukabumi, Jawa Barat, menyisakan duka mendalam sekaligus tanda tanya besar.

Bocah laki-laki berinisial NS tersebut meninggal dunia setelah mengalami luka bakar parah hampir di seluruh tubuhnya.

Korban sendiri sempat mendapatkan penanganan medis intensif di rumah sakit. Namun, kondisi luka yang dialaminya disebut sudah sangat serius hingga akhirnya nyawa korban tidak tertolong.

Berdasarkan informasi yang beredar di media sosial, korban diketahui sempat dirawat di ruang Instalasi Gawat Darurat RSUD Jampang Kulon.

Foto dan keterangan mengenai kondisi korban sendiri diunggah oleh salah satu akun Instagram @arie_ngetren.

Dalam unggahan yang dilihat Poskota, pada Sabtu, 21 Februari, korban berada dalam kondisi kritis.

Sejumlah luka bakar tampak jelas di tubuh korban dan diduga berasal dari siraman air panas.

Baca Juga: Link Video Chindo Adidas Viral di TikTok, Apa Isinya? Ini Penjelasan Lengkap dan Fakta Terbarunya

Pengakuan Korban Sebelum Meninggal Dunia

Fakta yang paling mengundang keprihatinan adalah pengakuan korban sebelum mengembuskan napas terakhir.

Dalam kondisi sadar, korban disebut sempat menceritakan apa yang dialaminya.

“Korban yang saat itu sempat sadar mengaku bahwa ibu tirinya menyiksa dengan cara memukul dan memaksa korban minum air panas,” tulis keterangan foto yang diunggah @arie_ngetren.

Sementara itu, Ayah kandung korban, Anwar Satibi, tidak kuasa menahan histeris saat mengetahui anak pertamanya meninggal dunia di rumah sakit.

Ia mengaku, terpukul dan tidak menyangka harus kehilangan putranya dengan cara yang begitu tragis.

Anwar juga mengungkapkan dugaan kekerasan terhadap anaknya bukan kali pertama terjadi.

Menurut dia, peristiwa serupa pernah terjadi pada 2025, namun saat itu diselesaikan melalui jalur mediasi demi mempertimbangkan keutuhan keluarga.

Baca Juga: Link Video Tiara Kartika Ramai Dicari, Hati-hati Jebakan Phishing dan Malware

"Sebelumnya juga pernah terjadi penganiayaan, terus saya laporkan ke PPA Polres Pelabuhan Ratu dan istri saya datang memohon sujud ke saya dan akhirnya minta saran ke Pak Haji Isep dan dibilang tidak ada salahnya memaafkan orang siapa tahu berubah ke depan," ujar Anwar Satibi.

Setelah dinyatakan meninggal dunia, jenazah korban menjalani proses autopsi untuk mengetahui penyebab kematian secara medis.

Disisi lain, pihak kepolisian menyatakan masih melakukan pendalaman terhadap kasus tersebut.

Kapolsek Jampangkulon, AKP Muhlis, menegaskan bahwa penyelidikan masih berlangsung dan belum ada kesimpulan resmi yang bisa disampaikan ke publik.

“Itu belum jelas. Saat ini semuanya masih dalam tahap penyelidikan. Kami belum bisa menyimpulkan apa pun sebelum hasil pemeriksaan medis dan penyelidikan selesai,” tegas AKP Muhlis.

Ia juga mengimbau, masyarakat untuk tidak terburu-buru menarik kesimpulan dan menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada aparat yang berwenang.

Saat ini, kasus kematian bocah 12 tahun tersebut masih ditangani Satreskrim Polres Sukabumi.


Berita Terkait


News Update