"Dan untuk itu, dengan pertumbuhan ekonomi kemarin, dan saya harapkan bahwa momentum ekonomi dunia juga tidak banyak mengalami perubahan, sehingga kami bisa membuka ruang peluang untuk lapangan kerja," ungkap Pramono.
Sementara itu, Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, Ahmad Lukman Jupiter mengatakan adanya dugaan keterlibatan oknum petugas di lingkungan Dinas Perhubungan (Dishub) dalam praktik parkir liar di kawasan Cempaka Putih, Jakarta Pusat.
Dugaan tersebut mencuat setelah aparat kepolisian mengamankan sejumlah juru parkir (Jukir) liar yang memungut uang parkir secara ilegal. Bahkan, Jukir tersebut mengenakan atribut menyerupai petugas resmi.
Baca Juga: Tanggul Jebol di Pesanggrahan dan Banjir di Wilayah Jakarta, Begini Penanganan Dinas SDA DKI
Jupiter mengatakan, terdapat dugaan oknum tersebut menyediakan seragam dan atribut kepada para jukir liar.
"Kejadian ini menunjukkan pengawasan terhadap pengelolaan parkir di Jakarta masih lemah. Harus segera dibenahi secara serius,” ujar Jupiter.
Menurut dia, penanganan kasus tidak boleh berhenti pada jukir di lapangan. Apabila terdapat pihak yang memasok atribut, tiket, atau turut membantu praktik ilegal, maka harus diusut hingga tuntas.
“Tidak boleh ada pembiaran, apalagi perlindungan terhadap oknum yang merugikan masyarakat,” kata Jupiter.
Terkait persoalan itu, ungkap Jupiter, DPRD akan meminta Unit Pengelola Perparkiran Dishub mengevaluasi secara menyeluruh.
Berdasarkan pemeriksaan awal, lanjut Jupiter, salah satu pelaku mengaku memperoleh tiket dan atribut dari seseorang berinisial R yang disebut sebagai koordinator lapangan Dishub di Jakarta Pusat. (cr-4)
