اللَّهُ أَكْبَرُ، وَلاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللَّهِ العَظِيْمِ، اللَّهُمَّ إِنِّى أَسْأَلُكَ خَيْرَ هَذَا الشَّهْرِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ الْقَدَرِ، وَمِنْ شَرِّ الْمحَشْرِ
Allāhu akbaru, lā haula wa lā quwwata illā billāhil ‘aliyyil ‘azhīmi. Allāhumma innī as’aluka khaira hādzas syahri, wa a‘ūdzu bika min syarril qadari, wa min syarril mahsyari.
Artinya:
“Allah Maha Besar. Tiada daya dan upaya kecuali dengan pertolongan Allah Yang Maha Agung. Ya Allah, aku memohon kepada-Mu kebaikan bulan ini. Aku berlindung kepada-Mu dari keburukan takdir dan keburukan hari mahsyar.”
Doa ini menegaskan ketergantungan total seorang hamba kepada Allah SWT. Selain memohon kebaikan di bulan Ramadhan, Rasulullah SAW juga meminta perlindungan dari berbagai keburukan, baik di dunia maupun di akhirat.
Makna Doa Awal Ramadhan bagi Umat Islam
Doa-doa awal Ramadhan yang diamalkan Rasulullah SAW bukan sekadar lafaz, tetapi sarat makna.
Di dalamnya terdapat harapan akan kesehatan, kekuatan beribadah, perlindungan dari maksiat, serta permohonan agar Ramadhan menjadi bulan penuh keberkahan.
Menyambut Ramadhan dengan doa menunjukkan kesiapan hati dan kesungguhan niat untuk menjalani ibadah puasa, salat tarawih, tadarus Al-Qur’an, hingga amal kebajikan lainnya secara optimal.
Semoga Allah SWT memberikan kesehatan, kesempatan, dan keberkahan kepada kita semua untuk menyambut dan mengisi bulan suci Ramadhan dengan amal terbaik.
