Bolehkah Buka Puasa Ramadhan Pakai Gorengan? Ini Penjelasan Ahli dan Cara Aman Mengonsumsinya

Rabu 18 Feb 2026, 16:07 WIB
Konsumsi gorengan saat berbuka puasa dinilai kurang ideal bagi kesehatan. (Sumber: X/@vinasantosa)

Konsumsi gorengan saat berbuka puasa dinilai kurang ideal bagi kesehatan. (Sumber: X/@vinasantosa)

POSKOTA.CO.ID - Berbuka puasa selalu menjadi momen yang dinanti setelah seharian menahan lapar dan haus. Banyak orang memilih hidangan yang terasa nikmat dan cepat mengenyangkan, salah satunya gorengan yang sudah lama menjadi favorit di berbagai kalangan.

Tekstur renyah dan rasa gurih membuat gorengan kerap hadir sebagai menu utama saat azan magrib berkumandang. Meski menggoda selera, pilihan makanan saat berbuka sebenarnya memegang peranan penting dalam menjaga energi dan kondisi tubuh sepanjang malam.

Karena itu, penting untuk memahami dampak makanan yang dikonsumsi saat berbuka puasa Ramadhan 2026. Pemilihan menu yang tepat tidak hanya membantu memulihkan tenaga, tetapi juga menjaga keseimbangan gula darah agar tubuh tetap nyaman menjalani aktivitas ibadah selama Ramadan.

Baca Juga: Memasuki Ramadhan 2026 dan Utang Puasa Belum Dibayar? Ini Hukum, Batas Waktu, dan Cara Menggantinya

Apakah Gorengan Aman untuk Buka Puasa?

Melansir dari laman resmi ugm.ac.id, Dietisien FKKMK UGM, Tony Arjuna, menilai gorengan bukan pilihan terbaik untuk berbuka. Ia menjelaskan bahwa makanan yang digoreng umumnya didominasi karbohidrat dan lemak tidak sehat sehingga kurang direkomendasikan sebagai menu pembuka puasa.

Tony juga menerangkan bahwa proses pembuatan gorengan di pasaran sering menggunakan minyak yang dipakai berulang kali. Kondisi ini membuat kualitas minyak menurun dan berpotensi menjadi sumber kolesterol yang kurang baik bagi tubuh.

Selain kandungan lemaknya, gorengan umumnya tersusun dari karbohidrat sederhana yang cepat dicerna tubuh. Ia menambahkan bahwa jenis karbohidrat ini dapat memicu kenaikan gula darah secara cepat, namun penurunannya juga berlangsung singkat, sehingga rasa lapar bisa kembali muncul dalam waktu relatif cepat.

Menurutnya, konsumsi makanan atau minuman manis saat berbuka pun perlu diperhatikan. Meski dapat mengembalikan energi dengan cepat, lonjakan gula darah yang drastis bisa diikuti penurunan yang sama cepatnya, sehingga membuat tubuh kembali terasa lemas dan lapar.

Baca Juga: Tata Cara Mandi Wajib Sebelum Puasa Ramadhan, Cek Bacaan Niat dan Doa Setelahnya

Menu Berbuka yang Lebih Disarankan

Tony merekomendasikan konsumsi karbohidrat kompleks saat berbuka puasa. Ia menjelaskan bahwa jenis karbohidrat ini dicerna lebih lambat sehingga membantu menjaga rasa kenyang lebih lama dan kestabilan energi. Buah-buahan menjadi salah satu contoh pilihan yang dinilai lebih baik untuk menu pembuka.

Untuk makanan utama, ia menyarankan menu yang lebih dominan protein. Menurutnya, protein diproses tubuh secara bertahap dan membantu peningkatan gula darah yang lebih stabil.

Baca Juga: Jadwal Lengkap Imsakiyah dan Buka Puasa Ramadhan 2026 di Wilayah DKI Jakarta

Tips Mengonsumsi Gorengan dengan Lebih Sehat

Meski gorengan sebaiknya dibatasi, masyarakat tetap bisa menikmatinya dengan cara yang lebih bijak. Pada dasarnya, makanan yang digoreng memiliki kandungan kalori lebih tinggi dibandingkan makanan yang diolah tanpa proses penggorengan.

Beberapa langkah yang dapat diterapkan antara lain memberi jeda sekitar 30 menit setelah berbuka dengan makanan ringan dan minuman sebelum mengonsumsi gorengan. Memperbanyak asupan cairan seperti air putih atau air hangat juga membantu menjaga keseimbangan tubuh.

Membuat gorengan sendiri di rumah dinilai sebagai pilihan yang lebih aman karena jenis dan kualitas minyak dapat dikontrol. Penggunaan minyak goreng sebaiknya tidak dilakukan berulang kali, idealnya tidak lebih dari dua kali pemakaian, untuk mengurangi risiko terbentuknya lemak trans.

Intinya, gorengan masih bisa dikonsumsi saat berbuka puasa selama porsinya dibatasi dan tidak dijadikan menu pertama saat berbuka. Dengan pengolahan yang lebih sehat dan konsumsi yang terkontrol, masyarakat tetap dapat menikmati hidangan favorit tanpa mengabaikan kesehatan.

Dengan memahami cara memilih dan mengatur menu berbuka, momen Ramadan dapat dijalani dengan tubuh yang tetap bugar dan energi yang stabil hingga waktu sahur.


Berita Terkait


News Update