POSKOTA.CO.ID - Bulan suci Ramadhan tinggal beberapa hari lagi, media sosial seperti Tiktok, WhatsApp, Facebook, hingga Instagram kerap dipenuhi pesan berantai berisi permohonan maaf. Di antara banyaknya variasi ucapan, ada satu frasa yang belakangan menjadi viral “Maaf Lakum Lillahi Ta’ala.”
Ungkapan ini memancing rasa penasaran warganet. Bunyi kalimatnya terdengar sangat religius, namun tidak sepenuhnya sesuai kaidah Bahasa Arab baku.
Banyak pengguna akhirnya bertanya-tanya Apa arti sebenarnya? Mengapa pesan ini begitu populer? Bagaimana cara menjawabnya secara tepat?
Berikut adalah penjelasan soal makna dari tren kata tersebut.
Baca Juga: Hukum Salat Tarawih: 11 atau 23 Rakaat? Ini Penjelasan dan Dalilnya
Makna Bahasa Campuran Indonesia–Arab yang Viral
Untuk memahami frasa “Maaf Lakum Lillahi Ta’ala”, perlu dipahami bahwa ungkapan ini bukan kutipan dari kitab klasik maupun doa baku. Ia merupakan bentuk code-mixing atau campuran bahasa Indonesia dan Arab.
Berikut rincian kata per kata:
1. “Maaf”
Berakar dari kata Arab al-afwu, tetapi dalam konteks Indonesia, kata ini sepenuhnya menjadi kosakata Bahasa Indonesia dengan makna permohonan ampun atau pembebasan dari kesalahan.
2. “Lakum” (لَكُمْ)
Merupakan kata ganti (dhamīr) dalam Bahasa Arab. Artinya:
“Untuk kalian” atau “kepada kalian” (jamak).
3. “Lillāhi Ta‘ālā” (لِلَّهِ تَعَالَى)
Frasa Arab yang berarti:
“Karena Allah Yang Maha Tinggi” atau “demi Allah Yang Maha Mulia.”
Ungkapan ini sering digunakan untuk menegaskan niat ibadah atau ketulusan.
Arti “Maaf Lakum Lillahi Ta’ala” Secara Utuh
Jika disusun dalam pemahaman Bahasa Indonesia, frasa ini mengarah pada dua makna berikut:
1. “Saya meminta maaf kepada kalian semua karena Allah Ta’ala.”
Inilah maksud paling umum yang dimaksudkan pengirim pesan broadcast. Frasa ini menegaskan permohonan maaf yang dilakukan secara tulus dan diniatkan sebagai ibadah, biasanya menjelang Ramadhan.
2. “Saya memaafkan kalian demi Allah Ta’ala.”
Makna alternatif ini lebih jarang digunakan, tetapi tetap mungkin dipahami demikian. Namun dalam praktiknya, konteks broadcast lebih dominan pada permintaan maaf, bukan pemberian maaf.
Tradisi Minta Maaf Sebelum Ramadhan: Budaya, Bukan Kewajiban
Ritual mengirim pesan maaf menjelang Ramadhan sudah mengakar dalam budaya Muslim Indonesia. Secara nilai moral, tradisi ini selaras dengan anjuran agama untuk memperbaiki hubungan antarmanusia.
Namun, para ulama menegaskan bahwa tidak ada dalil yang mewajibkan permintaan maaf harus dilakukan menjelang Ramadhan. Artinya, perbuatan ini adalah bentuk kebajikan sosial, bukan syarat sah ibadah puasa.
Baca Juga: Awal Puasa Kemenag dan Muhammadiyah Beda, Apakah Idul Fitri Akan Sama Hari?
Cara Menjawab “Maaf Lakum Lillahi Ta’ala”
Ketika pesan seperti ini masuk ke ponsel Anda, berikut beberapa jawaban yang santun dan tepat:
A. Jawaban Sederhana dan Aman
“Iya, sama-sama. Saya juga mohon maaf lahir dan batin. Semoga Ramadhan ini membawa keberkahan.”
“Terima kasih. Saya juga minta maaf atas segala khilaf. Semoga Allah membersihkan hati kita.”
B. Jawaban dengan Nuansa Arab
“Afwan (عفوًا), saya juga mohon maaf. Semoga Allah mengampuni dosa-dosa kita.”
“Na’am, Ghafarallahu lana wa lakum (غفر الله لنا ولكم).”
Artinya: “Ya, semoga Allah mengampuni kami dan kalian.”
C. Jawaban To The Point
“Samihni (سَامِحْنِي), saya juga banyak salah.”
Kata ini berarti “maafkan saya”.
Maaf Lakum Lillahi Ta’ala adalah ungkapan campuran Bahasa Indonesia dan Arab yang populer di media sosial menjelang Ramadhan. Artinya:
“Saya memohon maaf kepada kalian semua dengan ikhlas karena Allah Ta’ala.”
Walau bukan bahasa Arab baku, ungkapan ini mencerminkan tren di media sosial Muslim Indonesia yang ingin memasuki bulan suci dengan hati yang bersih. Ungkapan yang paling tepat adalah doa kebaikan atau permohonan maaf serupa.