5 Hikmah Puasa Ramadhan Menurut Ustadz Abdul Somad, Bukan Sekadar Lapar dan Haus

Rabu 18 Feb 2026, 11:24 WIB
Dai kondang Ustadz Abdul Somad (UAS). (Sumber: Instagram/@ustadzabdulsomad_official)

Dai kondang Ustadz Abdul Somad (UAS). (Sumber: Instagram/@ustadzabdulsomad_official)

Berbeda dengan mereka yang hidup dalam keterbatasan. Lapar mereka tidak mengenal waktu.

Pagi, siang, malam, bahkan hari demi hari, rasa lapar terus menghantui. Dari sinilah puasa menumbuhkan empati yang nyata, bukan sekadar simpati verbal.

2. Puasa Mendidik Disiplin dan Kepatuhan terhadap Waktu

Hikmah kedua adalah pendidikan kedisiplinan. Puasa mengajarkan bahwa setiap ibadah memiliki aturan waktu yang tegas dan tidak bisa ditawar.

Ketika fajar telah terbit, maka makan dan minum harus dihentikan. Begitu pula saat matahari terbenam, barulah seseorang diperbolehkan berbuka.

Puasa Ramadhan hanya berlangsung pada hari-hari tertentu, tidak lebih dari 30 hari dan tidak kurang dari 29 hari.

Seluruh ketentuan ini menanamkan kesadaran bahwa hidup seorang mukmin harus berjalan sesuai dengan aturan Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Disiplin waktu dalam puasa diharapkan menjadi bekal dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Baca Juga: Link Download Buku Kegiatan Ramadhan 2026 PDF dan DOC Gratis: Jurnal Puasa Siswa SD–MA yang Bisa Diedit

3. Puasa Menempa Kesabaran dan Pengendalian Emosi

Hikmah ketiga dari puasa adalah melatih kesabaran. Saat tubuh lemah, tenggorokan kering, dan cuaca panas menyengat, emosi seseorang cenderung mudah terpancing.

Dalam kondisi seperti inilah puasa berperan sebagai benteng pengendalian diri.

UAS kerap mengingatkan bahwa, orang yang berpuasa diajarkan untuk menahan amarah.

Ketika dicaci, dihina, atau diajak bertengkar, seorang yang berpuasa dianjurkan mengatakan, “Sesungguhnya aku sedang berpuasa.” Kalimat sederhana ini mencerminkan latihan mental yang luar biasa.


Berita Terkait


News Update