Nawaitul ghusla liraf’il hadatsil akbari minal janabati fardhan lillahi ta’ala.
Artinya:
“Aku berniat mandi untuk menghilangkan hadas besar dari janabah, fardhu karena Allah Ta’ala.”
Niat dibaca sesaat sebelum air pertama kali diguyurkan ke tubuh. Yang terpenting, niat harus benar-benar dihadirkan di dalam hati, bukan sekadar dilafalkan secara lisan.
Baca Juga: Bolehkah Merokok Atau Vape Saat Puasa? Begini Hukumnya dalam Islam
Tata Cara Mandi Wajib yang Benar Sesuai Sunnah
Agar mandi wajib sah dan sempurna, berikut tata cara yang dianjurkan sesuai sunnah Rasulullah SAW.
- Membaca niat dalam hati.
- Membasuh kedua tangan sebanyak tiga kali.
- Membersihkan kemaluan dan bagian tubuh yang terkena najis.
- Berwudu seperti hendak melaksanakan salat.
- Mengguyurkan air ke kepala sebanyak tiga kali hingga merata ke pangkal rambut.
- Mengguyurkan air ke seluruh tubuh, dimulai dari sisi kanan kemudian kiri.
- Memastikan seluruh bagian tubuh terkena air tanpa ada yang terlewat.
- Memastikan tidak ada bagian tubuh yang tertutup sehingga air tidak sampai ke kulit.
Doa Setelah Mandi Wajib
Sebagai penyempurna rangkaian bersuci, dianjurkan membaca doa setelah mandi wajib ketika telah keluar dari kamar mandi.
أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ اللَّهُمَّ اجْعَلْنِى مِنَ التَّوَّابِينَ وَاجْعَلْنِى مِنَ الْمُتَطَهِّرِينَ
Asyhadu an laa ilaha illallahu wahdahu laa syarika lahu, wa asyhadu anna Muhammadan abduhu wa Rasuluhu. Allahumma-j‘alni minat-tawwabina waj‘alni minal mutathahhirin.
Artinya:
“Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah Yang Esa, tiada sekutu bagi-Nya, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya. Ya Allah, jadikanlah aku termasuk orang-orang yang bertobat dan orang-orang yang senantiasa menyucikan diri.”
Dengan memahami niat, tata cara, serta waktu yang tepat untuk mandi wajib sebelum puasa Ramadhan, umat Islam diharapkan dapat menjalankan ibadah dengan lebih tenang, sah, dan penuh kesadaran spiritual.
