Baca Juga: Kumpulan Doa Menyambut Ramadhan dan Saat Puasa, Lengkap dengan Artinya
Kapan Mandi Wajib Harus Dilakukan?
Secara hukum Islam, mandi wajib diwajibkan bagi seseorang yang berada dalam keadaan hadas besar.
Kondisi yang mengharuskan mandi wajib antara lain setelah berhubungan suami istri, keluarnya air mani baik disengaja maupun tidak, berakhirnya masa haid, serta selesainya nifas bagi perempuan setelah melahirkan.
Apabila salah satu kondisi tersebut dialami pada malam hari sebelum fajar Ramadhan, maka bersuci dengan mandi wajib sebelum waktu Subuh sangat dianjurkan.
Meski demikian, para ulama sepakat bahwa puasa tetap sah meskipun seseorang mandi wajib setelah terbit fajar, selama hadas besar tersebut terjadi sebelum waktu Subuh.
Baca Juga: Bolehkah Merokok Atau Vape Saat Puasa? Begini Hukumnya dalam Islam
Niat Mandi Wajib Sebelum Puasa Ramadhan
Terdapat dua jenis niat mandi yang perlu diketahui dan disesuaikan dengan kondisi masing-masing individu.
1. Niat Mandi Sunnah Menyambut Ramadhan
Niat ini dibaca oleh mereka yang tidak berada dalam keadaan hadas besar, namun ingin bersuci dan menyambut Ramadhan dengan kesiapan penuh.
نَوَيْتُ أَدَاءَ اْلغُسْلِ اْلمَسْنُوْنِ لِيْ فِيْ هَذِهِ اللَّيْلَةِ مِنْ رَمَضَانَ لله تَعَالَى
Nawaitu adâ’al ghuslil masnûni lî fî hadzihil lailatil min romadhona lillâhi ta’âlâ.
Artinya.
“Aku berniat menjalankan mandi yang disunnahkan kepadaku pada malam ini di bulan Ramadhan karena Allah Ta’ala.”
2. Niat Mandi Wajib karena Hadas Besar (Janabah)
Niat ini wajib dibaca bagi seseorang yang berada dalam keadaan junub.
نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ اْلحَدَثِ اْلأَكْبَرِ مِنَ اْلِجنَابَةِ فَرْضًا لِلهِ تَعَالَى
