Baca Juga: Curahan Hati Paula Verhoeven di Medsos, Isyaratkan Sulit Bersama Anak
Serangan Air Keras yang Mengubah Hidup
Peristiwa yang mengubah hidup Agus terjadi pada September 2024 di kawasan Cengkareng, Jakarta Barat. Saat itu Agus diserang oleh rekan kerjanya, yang menyebabkan luka serius di bagian wajah serta hilangnya fungsi penglihatan.
Akibat serangan tersebut, Agus menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo sebelum akhirnya diperbolehkan pulang.
Kapolsek Cengkareng saat itu, Stanlly Soselisa, mengungkap motif pelaku. “Untuk modusnya pelaku sakit hati dengan korban,” ujar Stanlly di Polres Metro Jakarta Barat.
Wakapolres Metro Jakarta Barat kala itu, Teuku Arsya Khadafi, menjelaskan bahwa pelaku meniru kasus serupa yang pernah terjadi. “Dianggap efektif oleh pelaku, kemudian ditiru,” kata Arsya.
Polisi menyebut cairan tersebut merupakan bahan kimia berbahaya yang biasa digunakan untuk kebutuhan industri, namun dapat menyebabkan luka bakar serius.
Baca Juga: Agama Gerald Situmorang Apa? Ini Profil Bassist Barasuara yang Resmi Menikah dengan Ayushita
Polemik Donasi dan Sorotan Publik
Pasca kejadian, simpati publik mengalir deras. Penggalangan dana dilakukan untuk membantu biaya pengobatan Agus, salah satunya difasilitasi oleh Novi. Dana yang terkumpul mencapai sekitar Rp 1,3 miliar dari berbagai pihak.
Namun seiring waktu, muncul perbedaan pandangan mengenai transparansi penggunaan dana. Konflik ini menyeret sejumlah figur publik, termasuk Farhat Abbas dan Denny Sumargo, yang ikut memberi tanggapan dalam perdebatan tersebut.
Rangkaian peristiwa ini membuat kehidupan Agus terus berada di bawah sorotan. Di tengah berbagai persoalan kesehatan, hukum, dan keluarga, kisahnya menjadi pengingat tentang dampak panjang dari sebuah tindak kekerasan yang tidak hanya melukai fisik, tetapi juga kehidupan sosial seseorang.
