Tabel KUR 2026 Bank Mandiri: Plafon Kecil hingga Rp25 Juta, Simak Rinciannya

Senin 16 Feb 2026, 15:18 WIB
Tabel KUR Mandiri 2026: Plafon Rp1–25 Juta untuk Usaha Mikro dan Kecil (Sumber: Facebook)

Tabel KUR Mandiri 2026: Plafon Rp1–25 Juta untuk Usaha Mikro dan Kecil (Sumber: Facebook)

POSKOTA.CO.ID - Bank Mandiri kembali membuka akses pembiayaan bagi pelaku usaha mikro dan kecil melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR) Mandiri 2026.

Program ini menghadirkan plafon pinjaman mulai dari Rp1 juta hingga Rp25 juta dengan bunga ringan, sehingga diharapkan dapat membantu pertumbuhan usaha masyarakat.

Dalam pernyataan resmi, perwakilan bank menyebutkan bahwa program KUR 2026 menegaskan komitmen perseroan untuk memperluas akses permodalan.

Baca Juga: Tarif Listrik PLN Jelang Ramadhan Naik Atau Tidak? Cek Rincian Harga 16 Februari 2026

Bunga KUR Mandiri 2026: 6–7 Persen per Tahun

Untuk mempermudah akses permodalan, suku bunga KUR tahun 2026 kembali disesuaikan berdasarkan riwayat peminjaman nasabah:

  • Penerima KUR pertama kali: bunga ±6% per tahun
  • Pengajuan KUR kedua dan seterusnya: bunga ±7% per tahun

Skema bunga ini mengikuti ketentuan pemerintah terkait program KUR nasional, termasuk yang juga diterapkan oleh beberapa bank penyalur lain seperti BRI dan Bank Syariah Indonesia.

Tabel KUR Mandiri 2026 Plafon Rp1–25 Juta (Tenor 12–60 Bulan)

Berikut simulasi tabel angsuran KUR Mandiri 2026 untuk pelaku usaha mikro dengan tenor mulai 12 hingga 60 bulan.

Plafon Rp1.000.000

  • 12 bulan: Rp86.560 / bulan
  • 24 bulan: Rp45.580 / bulan
  • 36 bulan: Rp30.590 / bulan
  • 48 bulan: Rp23.170 / bulan
  • 60 bulan: Rp18.710 / bulan

Plafon Rp5.000.000

  • 12 bulan: Rp437.500 / bulan
  • 24 bulan: Rp225.000 / bulan
  • 36 bulan: Rp152.500 / bulan
  • 48 bulan: Rp120.000 / bulan
  • 60 bulan: Rp97.500 / bulan

Plafon Rp10.000.000

  • 12 bulan: Rp860.664 / bulan
  • 24 bulan: Rp443.206 / bulan
  • 36 bulan: Rp304.219 / bulan
  • 48 bulan: Rp240.000 / bulan
  • 60 bulan: Rp195.000 / bulan

Plafon Rp15.000.000

  • 12 bulan: Rp1.290.996 / bulan
  • 24 bulan: Rp664.809 / bulan
  • 36 bulan: Rp456.329 / bulan
  • 48 bulan: Rp360.000 / bulan
  • 60 bulan: Rp292.500 / bulan

Plafon Rp20.000.000

  • 12 bulan: Rp1.720.000 / bulan
  • 24 bulan: Rp1.030.000 / bulan
  • 36 bulan: Rp764.000 / bulan
  • 48 bulan: Rp625.000 / bulan
  • 60 bulan: Rp540.000 / bulan

Plafon Rp25.000.000

  • 12 bulan: Rp2.151.661 / bulan
  • 24 bulan: Rp1.108.015 / bulan
  • 36 bulan: Rp760.548 / bulan
  • 48 bulan: Rp634.000 / bulan
  • 60 bulan: Rp534.000 / bulan

Syarat Pengajuan KUR Mandiri 2026

Untuk memperoleh pembiayaan, pemohon wajib memenuhi sejumlah dokumen dan ketentuan berikut:

  • Fotokopi Kartu Keluarga (KK)
  • Salinan Akta atau Surat Nikah / Cerai (bila berlaku)
  • Nomor Induk Berusaha (NIB) atau Surat Keterangan Usaha (SKU) dari pejabat berwenang
  • E-KTP atau Surat Keterangan pembuatan E-KTP
  • NPWP untuk pengajuan di atas Rp50 juta
  • BPJS Ketenagakerjaan (khusus KUR Kecil dan KUR Khusus > Rp100 juta)

Baca Juga: Tabel KUR BRI 2026 dan Simulasi Cicilan untuk Pinjaman Rp10–500 Juta

Cara Mengajukan KUR Mandiri 2026

Berikut langkah resmi pengajuan KUR Mandiri tahun 2026:

1. Datang ke Kantor Cabang Mandiri Terdekat

Bawa seluruh dokumen persyaratan dan nomor antrean layanan kredit mikro.

2. Mengajukan Permohonan KUR

Sampaikan tujuan pinjaman, besaran kebutuhan modal, dan informasi usaha kepada petugas.

3. Verifikasi Berkas dan Survey Usaha

Pihak bank akan memeriksa keaslian dokumen serta melakukan survey kelayakan usaha.

4. Analisis dan Penilaian Kredit

Bank menilai kemampuan bayar, histori kredit, serta prospek usaha.

5. Persetujuan dan Penandatanganan Akad

Jika disetujui, debitur akan dipanggil untuk menandatangani akad pembiayaan.

6. Dana Dicairkan ke Rekening

Setelah akad, dana KUR akan langsung ditransfer ke rekening debitur dan dapat digunakan untuk kebutuhan operasional usaha.

Program KUR berperan memperkuat fondasi ekonomi masyarakat. Dengan bunga yang terjangkau, pelaku usaha dapat meningkatkan produksi, memperluas pemasaran, hingga menambah tenaga kerja.

Keberadaan program ini juga diharapkan mampu menopang pertumbuhan sektor UMKM yang selama ini menjadi tulang punggung perekonomian nasional. Melalui pembiayaan yang inklusif, bank menargetkan lebih banyak pelaku usaha mikro dapat naik kelas menjadi usaha kecil dan menengah.


Berita Terkait


News Update