SERANG, POSKOTA.CO.ID - Perjalanan hidup Eka Jatnika bukanlah kisah yang instan. Perwira yang kini menjabat sebagai Kasat Samapta di Polres Serang itu pernah menyimpan mimpi berbeda di masa mudanya.
Setelah lulus SMA di Garut, Jawa Barat, pada 1989, ia bercita-cita menjadi seorang arsitek. Namun keterbatasan ekonomi membuat keinginan untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi harus dipendam.
Di tengah kebingungan menentukan arah hidup, Eka mendapat ajakan dari seorang teman untuk mendaftar sebagai anggota Polri. Tanpa banyak pertimbangan, ia mencoba peruntungan.
Awalnya, keputusan itu lebih karena kondisi yang memaksa daripada panggilan jiwa. Meski begitu, langkah tersebut justru mengubah seluruh perjalanan hidupnya.
Baca Juga: Diduga Cabuli Wanita Keterbelakangan Mental, Pedagang Getuk Digelandang Warga ke Polres Serang
Proses pendaftaran tidak berjalan mulus. Berkasnya sempat beberapa kali ditolak karena dianggap belum lengkap. Rasa putus asa sempat muncul, tetapi ia memilih bertahan.
Dengan tekad kuat, ia melengkapi seluruh persyaratan hingga akhirnya dinyatakan lolos administrasi. Tahapan seleksi yang berlangsung sekitar tujuh bulan menjadi ujian mental dan kesabaran tersendiri.
Setelah dinyatakan lulus, Eka menjalani pendidikan di Sekolah Polisi Negara Pontianak selama 11 bulan. Pengalaman merantau jauh dari kampung halaman menjadi
fase penting dalam membentuk kedewasaan dan kedisiplinannya. Lingkungan baru, teman-teman dari berbagai daerah, serta pola pendidikan semi-militer menempa mentalnya menjadi lebih tangguh.
Baca Juga: Polres Serang Tangkap 23 Pelaku Kejahatan sepanjang Januari
Penugasan pertama membawanya ke Polres Sintang. Untuk mencapai lokasi tugas, ia harus menempuh perjalanan dua malam menggunakan perahu dari Pontianak menyusuri sungai menuju Sintang. Medan yang berat dan keterbatasan fasilitas menjadi tantangan nyata di awal kariernya.
