Dia menilai, program pengentasan kemiskinan bakal lebih efektif jika dirancang dengan memperhatikan kekuatan sosial lokal.
"Artinya, pemerintah tak cukup hanya menyalurkan bantuan, tapi juga perlu memperkuat partisipasi dan ruang interaksi warga," ujarnya.
Ia pun mengingatkan agar masyarakat desa tidak lagi diposisikan sekadar sebagai objek penerima bantuan.
"Kalau masyarakat dilibatkan dan modal sosialnya diperkuat, program pengentasan kemiskinan akan lebih berkelanjutan. Ada rasa memiliki dan tanggung jawab kolektif," ucapnya.
Sementara itu, Dr Ahmadriswan menambahkan, buku ini tak hanya menyajikan gagasan konseptual. Di dalamnya juga dibahas cara menggali, mengembangkan, hingga mengukur modal sosial dalam berbagai konteks perdesaan.
Ia menekankan pentingnya kebijakan publik yang selaras dengan kekuatan sosial yang sudah tumbuh di tengah masyarakat.
"Rumah tangga perdesaan harus dipandang sebagai aktor utama dalam pengurangan kemiskinan, bukan sekadar objek kebijakan. Ketika kekuatan sosial lokal diberdayakan, pembangunan akan lebih partisipatif, berkelanjutan, dan berdampak nyata," ujar Ahmadriswan. (gat)
