Karena koleksi New Chinese Style tidak selalu hadir di semua negara, banyak kreator membahas layanan jastip, antrean toko, serta tips mendapatkan produk sebelum sold out.
Sejumlah kanal resmi Adidas di Asia pun turut mengunggah materi promosi bertema serupa, memperkuat bahwa video ini memang terkait produk fesyen, bukan isu lain.
Mengapa Bisa Viral?
Fenomena ini terjadi karena kombinasi beberapa faktor:
- Desain yang unik dan jarang muncul membuat publik penasaran.
- Algoritma For You Page mendorong konten yang mendapat banyak interaksi dalam waktu singkat.
- Efek FOMO (Fear of Missing Out): warganet ingin tahu apa yang berbeda dalam video tersebut.
- Narasi clickbait dari beberapa akun yang memanfaatkan trending topic.
Viralnya frasa “Chindo Adidas” sebenarnya dipicu oleh rasa penasaran yang dibentuk oleh narasi ambigu. Begitu sebuah topik terasa misterius, trafik organik pun melonjak drastis.
Baca Juga: Angga Yunanda dan Shenina Cinnamon Umumkan Gender Calon Bayi Pertamanya: "It's a BOY!
Modus “Full Video” dan Taktik Clickbait Berbahaya
Di balik tren ini, muncul pula gelombang penyalahgunaan kata kunci oleh akun anonim. Mereka menuliskan judul provokatif seperti:
“Full video ada di sini”
“Versi lengkap cek link bio”
“Klik sebelum dihapus”
Ketika diperiksa, sebagian besar tautan tersebut tidak mengarah ke konten fesyen, melainkan situs judi, spam, hingga aplikasi pinjaman online ilegal.
Fenomena clickbait ini memperlihatkan bagaimana kepopuleran sebuah tren fesyen dapat dimanfaatkan untuk kepentingan manipulatif.
Fenomena “Video Chindo Adidas Viral” merupakan contoh bagaimana rasa penasaran publik dapat dimanfaatkan oleh pihak tertentu.
