Baca Juga: Perbedaan Mandi Wajib dan Sunnah Jelang Ramadhan 2026, Lengkap dengan Doa
3. Membiasakan puasa sunnah
Amalan selanjutnya adalah menjalankan puasa sunnah, terutama bagi mereka yang sudah terbiasa melakukannya, seperti puasa Senin-Kamis, atau puasa Daud.
Puasa di bulan Sya’ban ini menjadi sarana untuk latihan, baik secara fisik maupun spiritual, sebelum memasuki Ramadhan. Imam az-Zarqani (wafat 1122 H) menjelaskan bahwa puasa di bulan Sya’ban berfungsi sebagai persiapan agar seseorang tidak merasa berat saat memasuki Ramadhan.
Menurutnya, puasa Sya’ban ibarat latihan yang bisa membuat seseorang akan terbiasa merasakan manisnya ibadah puasa sebelum Ramadhan tiba. Sehingga ia akan menyambut Ramadhan dengan kekuatan dan semangat yang lebih besar.
Selain itu, melalui latihan tersebut, tubuh dan jiwa menjadi lebih siap menjalani puasa selama sebulan penuh, sehingga ibadah di bulan Ramadhan dapat dilaksanakan secara optimal.
وَقَدْ قِيلَ فِي صَوْمِ شَعْبَانَ مَعْنًى آخَرُ: وَهُوَ أَنَّ صِيَامَهُ كَالتَّمْرِينِ عَلَى صِيَامِ رَمَضَانَ، لِئَلَّا يَدْخُلَ فِي صِيَامِهِ عَلَى مَشَقَّةٍ وَكُلْفَةٍ، بَلْ يَكُونَ قَدْ تَمَرَّنَ عَلَى الصِّيَامِ وَاعْتَادَهُ، وَوَجَدَ بِصِيَامِ شَعْبَانَ قَبْلَ رَمَضَانَ حَلَاوَةَ الصَّوْمِ وَلَذَّتَهُ، فَيَدْخُلَ فِي صِيَامِ رَمَضَانَ بِقُوَّةٍ وَنَشَاطٍ
“Dan telah disebutkan makna lain dari puasa di bulan Sya’ban, yaitu bahwa puasa Sya’ban berfungsi sebagai latihan untuk puasa Ramadhan, agar seseorang tidak memasuki puasa Ramadhan dalam keadaan berat dan penuh keterpaksaan. Sebaliknya, ia telah terlatih dan terbiasa berpuasa serta merasakan manis dan nikmatnya puasa melalui puasa Sya’ban sebelum Ramadhan. Sehingga ia memasuki puasa Ramadhan dengan kekuatan dan semangat.” (Syarh az-Zarqani [Beirut: Dar al-Kutub al-Ilmiyah], vol. 11 h. 287)
