Artinya: “Ya Allah, berkatilah kami di bulan Rajab dan Sya’ban, serta sampaikan kami kepada Ramadhan.” (HR al-Baihaqi)
Doa ini berisi harapan agar Allah SWT mencurahkan keberkahan pada bulan-bulan sebelum Ramadhan, sekaligus memberikan kesempatan untuk menikmati keutamaan bulan suci tersebut.
Selain itu, Imam al-Baihaqi (wafat 360 H) dalam kitabnya juga menyebutkan bahwa para ulama salaf juga menganjurkan membaca doa berikut sebagai persiapan menyambut Ramadhan:
اللَّهُمَّ سَلِّمْنِي لِرَمَضَانَ، وَسَلِّمْ رَمَضَانَ لِي، وَتَسَلَّمْهُ مِنِّي مُتَقَبَّلًا
Artinya: “Ya Allah, sampaikanlah aku kepada Ramadhan, jadikan Ramadhan tetap ada untukku, dan terimalah amalanku di dalamnya dengan penerimaan yang baik.” (Ad-Du’a li Thabrani [Beirut: Dar al-Kutub al-Ilmiyah], vol. 1, h. 284)
Doa-doa tersebut menumbuhkan kesadaran bahwa kesempatan berjumpa dengan bulan suci Ramadhan merupakan anugerah yang sangat agung, lebih dari sekadar rutinitas yang datang setiap tahun.
2. Memperbanyak istighfar dan bertaubat
Selain berdoa, amalan penting lainnya adalah memperbanyak istighfar serta memperbarui taubat. Ramadhan merupakan bulan penyucian jiwa, sehingga menyambutnya dengan hati yang bersih akan membuat ibadah terasa lebih ringan dan penuh kekhusyukan.
Sayyid Muhammad bin Alawi al-Maliki (wafat 1425 H) menjelaskan bahwa istighfar termasuk dzikir yang paling utama, terutama pada waktu-waktu yang mulia seperti bulan Sya’ban dan menjelang Ramadhan. Beliau menyebutkan:
الِاسْتِغْفَارُ مِنْ أَعْظَمِ وَأَوْلَى مَا يَنْبَغِي عَلَى الْمُسْلِمِ الْحَرِيصِ أَنْ يَشْتَغِلَ بِهِ فِي الْأَزْمِنَةِ الْفَاضِلَةِ، الَّتِي مِنْهَا شَعْبَانُ... وَفِيهِ تَكْفِيرٌ لِلذُّنُوبِ
“Istighfar termasuk amalan yang paling agung dan paling utama untuk dilakukan seorang muslim yang bersungguh-sungguh, terutama pada waktu-waktu utama, di antaranya bulan Sya’ban. Di dalamnya terdapat penghapusan dosa.” (Madza fi Sya’ban [Surabaya: Haiah as-Shafwah al-Malikiyyah], h. 57)
Dengan memperbanyak bacaan istighfar, seorang Muslim dapat menyucikan diri dari dosa-dosa yang berpotensi menghambat turunnya keberkahan Ramadhan.
