Di Balik Kilau Emas JIJF 2026: Cerita Antrean, Harapan, dan Kekecewaan

Minggu 15 Feb 2026, 06:36 WIB
Suasana Jakarta International Jewellery Fair (JIJF), JCC, Senayan, Jakarta Pusat, Sabtu, 14 Februari 2026. (Sumber: Poskota/M. Tegar Jihad)

Suasana Jakarta International Jewellery Fair (JIJF), JCC, Senayan, Jakarta Pusat, Sabtu, 14 Februari 2026. (Sumber: Poskota/M. Tegar Jihad)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Gemerlap lampu dan pantulan cahaya perhiasan menyambut ribuan pengunjung  Jakarta Convention Center, Jakarta. Di lokasi ini, Jakarta International Jewellery Fair (JIJF) 2026 berlangsung pada 12–15 Februari 2026, menjadi magnet bagi pelaku industri sekaligus masyarakat yang berburu logam mulia dan perhiasan.

Pameran yang dikenal sebagai salah satu ajang perhiasan terbesar di Indonesia bagian barat ini menjadi ruang temu produsen, distributor, hingga kolektor emas, berlian, mutiara, perak, hingga batu mulia. Ratusan tenant memamerkan inovasi desain terbaru, dari gaya modern hingga etnik, dengan transaksi ritel dan business to business (B2B) yang tetap bergeliat sepanjang acara.

Namun, di balik etalase berkilau, cerita berbeda muncul di pintu masuk arena pameran. Terutama di area penjualan emas batangan Antam.

Sabtu pagi, 14 Februari 2026, suasana sudah memanas sejak fajar. Puluhan hingga ratusan orang berdesakan di depan akses masuk. Sebagian datang sejak subuh demi mendapatkan kesempatan membeli emas.

Baca Juga: Datang Jauh-Jauh ke JIJF Sejak Subuh, Rizki dan Kevin Pulang Tanpa Emas

Dorong- dorongan tak terhindarkan saat pintu dibuka. Panitia menyediakan bangku dan tali pembatas untuk mengatur massa yang menunggu giliran masuk.

Rizki, 30 tahun, warga Sukabumi, datang se- jak subuh dengan harapan bisa membeli emas untuk investasi. Ia mengaku sengaja memanfaatkan momentum pameran karena sulit mendapatkan nomor antrean di butik resmi.

“Pameran menjadi peluang alternatif untuk memperoleh emas tanpa harus menunggu antrean panjang di toko resmi,” kata dia.

Ia menargetkan pembelian emas 50 gram. Namun, harapan itu pupus setelah daftar pembelian dinyatakan penuh saat ia berhasil masuk area antrean.

Baca Juga: Wika Salim Blak-blakan Ungkap Kisah di Balik Goyang Keramas: ‘Sekarang Jijik Juga’

Kekecewaan membuat Rizki memilih menunggu sejenak sebelum pulang. Ia mengaku kemungkinan besar tak akan kembali di hari terakhir pameran.

Keluhan Sistem Antrean


Berita Terkait


News Update