POSKOTA.CO.ID - Menjalani ibadah puasa Ramadhan bagi penderita stroke menjadi perhatian tersendiri, karena kondisi fisik rentan dan risiko komplikasi lebih tinggi dibandingkan orang sehat.
Stroke, sebagai kondisi gangguan aliran darah ke otak, tidak hanya berdampak pada fungsi motorik, tetapi juga memengaruhi metabolisme tubuh, sistem kardiovaskular, dan pola makan pasien.
Oleh karena itu, penderita stroke yang ingin menjalankan puasa perlu pendekatan khusus agar ibadah berjalan aman, nyaman, dan tetap menyehatkan.
Dalam hal ini, Dokter Zaidul Akbar memberikan sejumlah saran praktis agar pasien stroke tetap bisa menjalankan puasa dengan aman tanpa mengganggu kesehatan.
Dengan panduan yang diberikan oleh Dokter Zaidul Akbar, penderita stroke dapat menjalani puasa dengan lebih aman dan nyaman.
Pendekatan ini tidak hanya menjaga kesehatan fisik, tetapi juga mendukung kualitas ibadah dan mental pasien selama Ramadhan.
Baca Juga: Profil Lengkap Reynaldi Bermundo: Biodata, Keluarga, dan Kondisi Kesehatan Sebelum Meninggal
Tips Puasa bagi Penderita Stroke
Dilansir Poskota dari kanal YouTube dr. Zaidul Akbar Official, pada Kamis, 12 Februari 2026, berikut beberapa saran yang bisa dijadikan tips aman bagi penderita stroke.
1. Konsultasi dengan Tenaga Medis
Langkah pertama yang selalu ditekankan oleh Dokter Zaidul Akbar adalah konsultasi dengan dokter atau terapis yang merawat pasien stroke sebelum memutuskan untuk berpuasa.
“Saya menyarankan untuk konsultasi kepada dokter yang merawat atau mungkin terapis. Tentunya kita berdoa semoga kondisi beliau kembali membaik,” ujar Dokter Zaidul.
Konsultasi ini penting karena setiap pasien stroke memiliki kondisi fisik dan riwayat penyakit yang berbeda.
Tenaga medis dapat memberikan rekomendasi mengenai batas aman puasa, perubahan pola makan, dan kebutuhan obat-obatan selama Ramadan.
2. Nutrisi Seimbang dan Pola Makan Tepat
Dokter Zaidul menekankan bahwa pola makan seimbang menjadi kunci utama dalam menjaga kesehatan penderita stroke selama puasa.
Nutrisi yang tepat dapat membantu memperkuat tubuh, menjaga stamina, serta mencegah komplikasi seperti trombosis atau sumbatan pembuluh darah.
“Kita perlu asupan yang bisa membantu membersihkan tubuh, salah satunya melalui serat. Selama Ramadan, saya sarankan memberikan makanan tinggi serat dengan kombinasi lemak sehat,” jelasnya.
Contoh menu sehat yang direkomendasikan antara lain, yakni potongan sayuran segar yang dicampur minyak zaitun, perasan jeruk nipis, madu, serta tambahan kismis atau kacang-kacangan.
Kombinasi tersebut membantu mendukung sistem pencernaan, jantung, dan menjaga kadar gula darah tetap stabil.
3. Pentingnya Asupan Omega-3
Selain serat, penderita stroke disarankan mengonsumsi makanan tinggi omega-3, yang berperan penting untuk melancarkan peredaran darah dan menjaga kesehatan jantung.
“Ikan-ikanan bisa diberikan pada beliau di pagi dan sahur, atau waktu berbuka. Omega-3 sangat baik untuk melancarkan dan mengencerkan darah,” tambah Dokter Zaidul.
Selain ikan, lemak sehat dari alpukat atau minyak zaitun juga dapat diberikan untuk mendukung kesehatan otak dan pembuluh darah.
Pemilihan makanan dengan lemak baik ini sangat penting agar pasien tetap bugar selama menjalankan puasa.
4. Hindari Makanan yang Memperburuk Kondisi
Dokter Zaidul juga menekankan agar makanan yang berisiko tinggi dihindari, terutama tepung terigu, makanan tinggi minyak, gula pasir, dan makanan olahan.
“Gantilah dengan pangan sehat, sekarang banyak sumber lokal yang baik, seperti tepung sorgum,” jelasnya.
Mengurangi asupan makanan olahan dapat membantu menurunkan risiko komplikasi, menjaga kadar gula darah, serta mengurangi tekanan pada sistem kardiovaskular pasien stroke.
5. Menjaga Kebahagiaan dan Selera Makan
Selain aspek fisik, kebahagiaan pasien juga menjadi faktor penting. Dokter Zaidul menekankan, pasien lansia atau penderita stroke perlu tetap merasa bahagia dan diperhatikan selera makannya.
“Kalau memang pengen makan sesuatu, sekali-sekali kasih saja. Kebahagiaan dan keceriaan beliau itu terjaga, itu penting,” tandasnya.
Pendekatan ini tidak hanya menjaga kondisi mental pasien, tetapi juga membantu menjaga nafsu makan yang berpengaruh pada asupan gizi selama puasa.
Dengan menerapkan prinsip-prinsip diatas yang diberikan Dokter Zaidul Akbar, pasien stroke dapat tetap menjalankan ibadah puasa dengan aman, nyaman, dan penuh keberkahan.