Lebih lanjut, dia menyebut, saat ini komoditas beras yang tersedia mencapai 182.172 ton. Rinciannya meliputi stok di Pasar Induk Beras Cipinang sebanyak 40.088 ton, Food Station 8.100 ton, cadangan target hari besar keagamaan nasional 18.000 ton, Bulog 141.823 ton, serta Pasar Jaya 261 ton.
Berdasarkan perhitungan kebutuhan dan ketersediaan, pemerintah menilai cadangan beras dalam kondisi siap memenuhi permintaan masyarakat.
"Namun demikian kita juga jangan terlalu percaya diri juga kita enggak tahu di dalam perkembangan seperti apa dan bagaimana, namun upaya dan kebijakan yang kita lakukan adalah akan terus bagaimana memberikan keyakinan kepada masyarakat di Jakarta bahwa Pemprov di Jakarta terus menjaga stabilitas ekonomi dan kebutuhan pangan yang ada," ujar Uus
Uus mengungkapkan, ketersediaan daging sapi saat ini mencapai 1.246 ton, daging ayam 435 ton, ikan kembung 547 ton, serta ternak sapi hidup sebanyak 1.010 ekor.
"Ini juga laporan dari Dharma Jaya mudah-mudahan yang disampaikan Pak Gubernur kemarin itu ini menjadi salah satu gambaran bahwa Pemprov Jakarta juga terus menyediakan atau menjaga agar kestabilan kebutuhan daging untuk warga Jakarta bisa terpenuhi," ungkapnya.
Baca Juga: Stok Daging Sapi Aman, Perumda Dharma Jaya Siaga Hadapi Lonjakan Kebutuhan jelang Ramadhan
Uus mengatakan, untuk komoditas seperti telur ayam tercatat 5,5 ton, cabai rawit 57 ton, bawang merah 104 ton, dan bawang putih 48 ton. Ketersediaan minyak goreng mencapai 625 ton, sementara gula sebanyak 437,4 ton.
"Ini semuanya sudah berbentuk dari BUMD yang ada. pada kesempatan kayak gini ini Pak Gubernur sudah minta untuk benar-benar bisa mempersiapkan agar apa yang menjadi laporan pada kesempatan ini juga ini menjadi salah satu persiap-siapan kita yang akan menghadapi ulang di Ramadan dan Idul Fitri," katanya.
Dinas KPKP Jaga Stabilitas Pasokan dan Harga jelang Ramdhan
Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta Hasudungan A Sidabalok mengatakan, pihaknya aktif terlibat dalam Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga bahan pokok selama periode hari besar keagamaan.
"Jadi setiap Kamis melaksanakan koordinasi untuk memastikan atau untuk melihat kira-kira produk bahan pangan mana saja yang akan mengalami peningkatan atau kebutuhannya mengalami peningkatan ataupun stoknya," ujar Hasudungan.
Hasudungan mengungkapkan, upaya pengawasan diperkuat dengan peningkatan pemantauan langsung ke lokasi penyimpanan dan distribusi pangan melalui sistem peringatan dini atau early warning system.
"Jadi ini memang sangat perlu dan datanya itu secara online kami kumpul, kami himpun dari BUMD Pangan. Sekarang kami juga sudah melaksanakan keamanan pangan di khususnya bahan pangan segar di SPPG atau MBG, Jadi kita juga sudah melaksanakan intervensi di situ," ujar dia.
