Kehati dan Bank Shinhan Libatkan Generasi Muda dalam Penanaman Pohon Langka

Kamis 12 Feb 2026, 12:22 WIB
Kehati menggelar penanaman pohon di Hutan Kota Srengseng, Jakarta Barat, Rabu, 11 Februari 2026. (Sumber: Dok. Istimewa)

Kehati menggelar penanaman pohon di Hutan Kota Srengseng, Jakarta Barat, Rabu, 11 Februari 2026. (Sumber: Dok. Istimewa)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Biodiversity Warriors Yayasan Keanekaragaman Hayati Indonesia (Kehati) melaksanakan penananman pohon langka di Hutan Kota Srengseng, Jakarta Barat, Rabu, 11 Februari 2026.

Didukung Bank Shinhan, kegiatan ini turut melibatkan generasi muda. Keterlibatan aktif generasi muda menjadi kunci penting untuk menjaga keberlanjutan ekosistem, terutama di tengah meningkatnya ancaman terhadap pohon-pohon langka dan lokal terdegradasi lingkungan serta alih fungsi lahan.

Jenis pohon langka yang ditanam, yaitu Dehaasia pugerensis jenis endemik Jawa Timur, Lithocarpus kostermansi jenis endemik Jawa bagian Barat, Heritiera percoriacea endemik Jawa bagian Barat, dan Vatica javanica jenis endemik Jawa bagian Barat. Selain itu, para peserta juga akan menanam beberapa jenis pohon lokal yang disediakan Dinas Pertamanan dan Hutan Kota Jakarta.

Sebelum kegiatan penanaman, para peserta mengikuti kegiatan talkshow tentang pengetahuan tentang pohon langka, pengenalan terhadap gerakan citizen science dan investasi hijau. Topik-topik ini sangat relevan dengan permasalahan konservasi ke depan yang tidak hanya berfokus kepada aksi di lapangan, namun juga nilai-nilai keberlanjutan.

Baca Juga: Aksi Tanam Mangrove dan Bersih-bersih Pantai Dorong Kesadaran Lingkungan di Kepulauan Seribu

Direktur Komunikasi dan Kemitraan Yayasan Kehati, Rika Anggraini mengatakan, keterlibatan anak muda menjadi faktor penentu keberhasilan konservasi.

“Konservasi tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah dan organisasi lingkungan. Generasi muda perlu dilibatkan sebagai citizen scientist agar pelestarian berbasis data dan aksi nyata dapat berjalan berkelanjutan," kata Rika dalam keterangannya.

Anggota Forum Pohon Langka Indonesia sekaligus Peneliti BRIN Dipta Sumeru Rinandio memaparkan, pohon langka memiliki peran krusial menjaga keseimbangan ekosistem.

“Pohon langka bukan hanya soal spesies yang jumlahnya sedikit, tetapi tentang fungsi ekologis yang tidak tergantikan. Mereka menjadi penyedia habitat, penyerap karbon, sekaligus penyangga sistem hidrologi. Ketika satu jenis pohon hilang, dampaknya bisa berantai pada ekosistem secara keseluruhan,” ujarnya.

Baca Juga: Tanggul di Pantai Mutiara Rawan Jebol, Pengamat Sarankan Pemprov DKI Bangun Hutan Mangrove

Sementara itu, Branch Manager Kantor Cabang Bank Shinhan Budiyanto membahas peran investasi hijau dan literasi keuangan berkelanjutan bagi generasi muda. Peserta diajak memahami keterkaitan antara aksi lingkungan, pilihan finansial yang bertanggung jawab, dan dampak positif bagi keberlanjutan di masa depan.

“Pendekatan yang menggabungkan edukasi, kolaborasi, dan aksi lapangan menjadi strategi penting dalam membangun gerakan konservasi yang inklusif. Dukungan yang diberikan oleh semua pihak, baik dari pihak Distamhut DKI Jakarta dan Bank Shinhan bukan sekadar simbol, tetapi langkah awal membangun hubungan jangka panjang semua pihak untuk menciptakan dampak kegiatan lingkungan yang berkelanjutan,” ucap Rika.


Berita Terkait


News Update