Obrolan Warteg: Filosofi Asta-Jari Tangan

Rabu 11 Feb 2026, 06:51 WIB
Obrolan warteg edisi Rabu, 11 Februari 2026. (Sumber: Poskota/Arif Setiadi)

Obrolan warteg edisi Rabu, 11 Februari 2026. (Sumber: Poskota/Arif Setiadi)

POSKOTA.CO.ID - Terdapat delapan poin yang menjadi inti utama taklimat Presiden Prabowo Subianto dalam rapat pimpinan TNI-Polri tahun 2026 yang digelar di Istana Merdeka, Jakarta, Senin, 9 Februari 2026, seperti dikatakan Sekretaris Kabinet (Seskab), Teddy Indra Wijaya.

“Delapan dalam bahasa Sanskerta disebut Asta. Tidaklah keliru jika disebut Asta Taklimat Presiden Prabowo pada rapim TNI-Polri,” kata Heri mengawali obrolan warteg bersama sohibnya mas Bro, dan dan bang Yudi.

“Iya nggak keliru, itu kan penafsiran kalian. Lagian kata ‘asta’ digunakan pula sebagai program prioritas pemerintahan Prabowo Subianto, yakni Asta Cita (delapan cita-cita) yang saat ini sedang dijalankan secara masif,” ujar Yudi.

“Dalam bahasa Jawa, asta itu krama inggil sebagai padanan kata ‘tangan’, menyebut tangan orang yang lebih dituakan, dihormati. Misalnya monggo bapak ‘tapak asta’ artinya silakan bapak tanda tangan,” kata Heri.

Baca Juga: Sopir Ojol jadi Korban Dugaan Penganiayaan TNI di Jakbar, Kepala Korban Terluka

“Dalam bahasa Jawa, asta juga mengandung filosofi saling melengkapi atas kelebihan dan kekurangan masing-masing, bagaikan jari-jari tangan. Setiap jari tangan memiliki fungsi, tetapi jika disatukan menjadi kompak dan sangat kuat,” urai mas Bro.

“Ada juga pepatah berbahasa Jawa: Nabok nyilih tangan, yang artinya ingin menyakiti seseorang, dengan memanfaatkan atau menggunakan tangan orang lain,” kata Heri.

“Kita kembali ke soal delapan taklimat Presiden pada rapim TNI-Polri, apa saja?,” tanya Yudi.

“Beberapa di antaranya, perkuat kekompakan dan sinergitas TNI-Polri dari level pimpinan tertinggi sampai prajurit terbawah. Ibarat filosofi asta, menyatukan seluruh jari tangan - saling bekerja sama, agar TNI-Polri semakin  kuat dan hebat,” kata mas Bro.

Baca Juga: Sering Jadi Pertanyaan, Kentut di Air Apakah Bikin Puasa Batal?

“Taklimat lainnya, bersama pemerintah daerah melaksanakan program Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah) di manapun berada, mulai dari perkantoran dan lingkungan sekeliling,” ujar Heri.

“Biar ruang publik lebih asri, tidak acak adut lagi karena pemasangan spanduk dan baliho iklan yang semrawut sepanjang jalan di kota-kota sejumlah daerah. Bikin sepet mata aja,” kata Yudi.

“Ini taklimat menarik juga untuk dicerna. Presiden menginstruksikan agar TNI-Polri menjaga seluruh sumber daya alam Indonesia dari segala macam bentuk pelanggaran dan eksploitasi ilegal oleh siapa pun,” kata Heri.

“Jadi siapa pun yang melanggar, apa pun latar belakangnya, status sosial ekonominya, pangkat, jabatan dan kekuasaan, terbukti melakukan pelanggaran, penambangan ilegal, penebangan hutan secara liar, harus ditindak.” kata mas Bro.

Baca Juga: Pramono Akui OPD Pemprov Jakarta Masih Saling Lempar Tanggung Jawab

“Jadi jangan cuma kroconya, juga dedengkotnya, pemodal besarnya, pelindungnya yang mencuri dan merusak sumber daya alam negeri kita, yang merugikan rakyat, bangsa dan negara” kata Yudi.

“Semoga,” ujar mas Bro. (Joko Lestari)


Berita Terkait


News Update