Dari kasus tersebut CEO PT Eigerindo MPI, Ronny Lukito, akhirnya memberi penjelasan lewat video di akun Youtube @eigeradventure. Dalam video 3.38 menit itu yang diupload 5 tahun yang lalu, ia meminta maaf atas surat keberatan yang dikirim kepada content creator dan publik luas.
Ronny mengakui surat tersebut salah dan menegaskan bahwa ide itu sepenuhnya berasal darinya, meski tim internal sudah mengingatkan bahwa langkah itu tidak tepat.
"Saya menyesal atas kejadian. Dan saya sadar surat keberatan itu adalah salah dan tidak benar," ujarnya dalam video Youtube yang tayang, 5 Februari 2021.
"Sebetulnya tim internal sudah menjelaskan dan mengingatkan bahwa langkah itu tidak tepat. Tapi saya bersikeras (surat itu) dijalankan," ungkap Ronny.
Ia pun bertanggung jawab penuh atas kegaduhan yang terjadi dan menyebut peristiwa ini sebagai pelajaran untuk menjadi lebih bijak serta menurunkan ego.
"Ini juga saya yakin sebagai teguran dari Tuhan" lanjutnya
Baca Juga: Korupsi Ekspor CPO-POME Rugikan Negara Rp14,3 Triliun dan Kepercayaan Publik Tergerus
Reaksi Netizen: “Tidak Belajar dari Pengalaman”
Kasus baru yang menyeret kembali insiden lama ini membuat banyak netizen meluapkan kekecewaannya. Beberapa pengguna media sosial menilai bahwa masalah serupa seharusnya tidak terulang jika perusahaan telah mengevaluasi dan memperbaiki sistem kerja internal.
Seorang warganet dengan akun @nug*** menuliskan:
“Bahasannya kok bukan seperti brand besar, padahal selama ini gue sering pakai produknya terutama tas. Kalau jam tangan dan aksesoris selain tas sih kualitasnya busuk. Ternyata orang di belakangnya juga ampas.”
Pengguna lain, dengan akun @iam***, mengaitkan insiden ini dengan pandangannya terhadap kualitas produk:
“Gue hobi hiking, sampai hijrah ke UL, satu pun perintilan gue nggak ada merk ODM rebrand Cina aka Eiger. Ogah banget pakai merk lokal performa/weight amburadul.”
