POSKOTA.CO.ID - Kasus dugaan pelecehan seksual yang menyeret nama konten kreator sekaligus pendiri brand Thanksinsomnia, Mohan Hazian, masih menjadi sorotan publik. Perkembangan terbaru datang dari korban yang sebelumnya mengungkap pengalamannya di media sosial.
Korban menyampaikan bahwa dirinya menerima kontak dari pihak yang mengaku sebagai perwakilan keluarga Mohan Hazian. Informasi ini menambah dinamika baru dalam kasus yang sudah ramai diperbincangkan di ruang publik.
Pengakuan tersebut dibagikan korban melalui akun X miliknya @aarummanis, memicu diskusi luas terkait privasi korban serta proses penyelesaian kasus yang tengah berjalan.
Korban Terima Pesan dari Nomor Tak Dikenal

Peristiwa ini bermula ketika korban menerima pesan WhatsApp dari nomor yang tidak dikenalnya. Pengirim pesan mengklaim mewakili Mohan Hazian dan meminta agar dilakukan pertemuan tatap muka.
Situasi tersebut menimbulkan tanda tanya besar bagi korban, khususnya terkait bagaimana nomor pribadinya bisa diperoleh pihak lain.
"Saya hanya pernah membagikan nomor saya kepada Talent Scouter brand dengan inisial S," ungkap korban dalam keterangannya di akun X pribadinya yang dikutip Poskota pada Selasa, 10 Februari 2025.
Korban berusaha menelusuri identitas pengirim sekaligus sumber kebocoran nomor teleponnya. Namun klarifikasi yang diharapkan tidak kunjung didapatkan. Pihak pengirim tetap bersikeras menyebut diri mereka sebagai wakil keluarga pelaku.
Permintaan Pertemuan Ditolak Korban
Pihak yang menghubungi korban menyampaikan keinginan untuk bertemu langsung dengan alasan ingin mendengar kronologi kejadian dari sudut pandang korban. Permintaan tersebut langsung ditolak.
Korban menilai tidak ada urgensi untuk melakukan pertemuan, terlebih dirinya masih berada dalam kondisi trauma dan tengah fokus pada pendampingan hukum.
"Saya tidak punya urgensi untuk bertemu dengan 'perwakilan keluarga' pelaku. Saya tidak merespons dan saat ini sedang memproses pendampingan hukum," tegasnya.
Sorotan pada Sikap Pelaku dan Brand
Melalui unggahan sebelumnya di akun X, korban juga menyoroti belum adanya komunikasi resmi dari pihak Mohan Hazian maupun brand terkait. Ia menyatakan kekecewaannya terhadap sikap diam yang dinilai memperpanjang ketidakjelasan situasi.
"Sampai saat ini, tidak ada itikad baik dari pelaku maupun brand untuk menghubungi saya ataupun korban lain. Tidak ada permintaan maaf yang saya ataupun korban lain terima," tulisnya.
Pernyataan ini memperkuat dorongan publik agar kasus ditangani secara transparan dan berpihak pada korban.
Awal Mula Kasus Mencuat
Kasus ini pertama kali mencuat setelah seorang model mengaku mengalami dugaan pelecehan seksual saat sesi pemotretan bersama Mohan Hazian pada Mei 2025. Pengakuan itu diunggah ke media sosial X pada Minggu, 8 Februari 2026.
Tak lama berselang, beberapa perempuan lain juga menyampaikan pengalaman serupa. Mohan Hazian membantah tuduhan pemerkosaan yang diarahkan kepadanya. Namun ia mengakui pernah melakukan kesalahan dengan beberapa perempuan di masa lalu.
Korban berharap kasus ini menjadi momentum perbaikan di lingkungan industri kreatif dan ruang sosial. Ia menginginkan terciptanya sistem yang lebih aman serta tegas terhadap pelaku pelecehan seksual.
Harapan tersebut disambut dukungan warganet yang menilai perlindungan korban harus menjadi prioritas utama dalam setiap penanganan kasus serupa.
