Kasus Dugaan Pelecehan Mohan Hazian Berlanjut, Korban Akui Dihubungi Pihak yang Klaim Keluarga Pelaku

Rabu 11 Feb 2026, 15:45 WIB
Korban dugaan pelecehan Mohan Hazian mengungkap adanya pesan dari pihak yang mengaku keluarga pelaku. Ia menolak pertemuan dan memilih fokus pada pendampingan hukum. (Sumber: Instagram/@mohanhazian)

Korban dugaan pelecehan Mohan Hazian mengungkap adanya pesan dari pihak yang mengaku keluarga pelaku. Ia menolak pertemuan dan memilih fokus pada pendampingan hukum. (Sumber: Instagram/@mohanhazian)

Baca Juga: Selisih Umur Mohan Hazian dan Alya Putri Berapa? Ini Profil Istri dari Owner Brand Lokal Thanksinsomnia

Sorotan pada Sikap Pelaku dan Brand

Melalui unggahan sebelumnya di akun X, korban juga menyoroti belum adanya komunikasi resmi dari pihak Mohan Hazian maupun brand terkait. Ia menyatakan kekecewaannya terhadap sikap diam yang dinilai memperpanjang ketidakjelasan situasi.

"Sampai saat ini, tidak ada itikad baik dari pelaku maupun brand untuk menghubungi saya ataupun korban lain. Tidak ada permintaan maaf yang saya ataupun korban lain terima," tulisnya.

Pernyataan ini memperkuat dorongan publik agar kasus ditangani secara transparan dan berpihak pada korban.

Awal Mula Kasus Mencuat

Kasus ini pertama kali mencuat setelah seorang model mengaku mengalami dugaan pelecehan seksual saat sesi pemotretan bersama Mohan Hazian pada Mei 2025. Pengakuan itu diunggah ke media sosial X pada Minggu, 8 Februari 2026.

Tak lama berselang, beberapa perempuan lain juga menyampaikan pengalaman serupa. Mohan Hazian membantah tuduhan pemerkosaan yang diarahkan kepadanya. Namun ia mengakui pernah melakukan kesalahan dengan beberapa perempuan di masa lalu.

Baca Juga: Isyarat Perpisahan? Jejak Pernikahan Mohan Hazian Tak Lagi Terlihat di Instagram Alya Putri Imbas Dugaan Pelecehan

Korban berharap kasus ini menjadi momentum perbaikan di lingkungan industri kreatif dan ruang sosial. Ia menginginkan terciptanya sistem yang lebih aman serta tegas terhadap pelaku pelecehan seksual.

Harapan tersebut disambut dukungan warganet yang menilai perlindungan korban harus menjadi prioritas utama dalam setiap penanganan kasus serupa.


Berita Terkait


News Update