CIBINONG, POSKOTA.CO.ID - Pembangunan flyover Bojonggede-Kemang (Bomang) yang menghubungkan wilayah Kecamatan Bojonggede, Kemang, hingga Parung bakal telan biaya Rp150 miliar.
Hal ini diungkapkan Bupati Bogor, Rudy Susmanto, dimana flyover tersebut juga akan terhubung dengan jalur tegar beriman tanpa harus melingkar melalui Tawasendul.
"Anggaran untuk Flyover Bomang yang tertuang dalam DED perencanaan pembangunan kurang lebih hampir Rp150 miliar,” ujar Rudy kepada wartawan, Rabu, 11 Februari 2026.
Baca Juga: Aksi Curanmor di Jagakarsa Terekam CCTV, Pelaku Kabur Setelah Dipergoki Korban
“Sehingga aksesibilitas masyarakat dari mulai Bojonggede, Kemang, Parung, yang terhubung dengan jalur tegar beriman yang tidak perlu melingkar melalui Tawasendul. Jadi aksesnya bisa langsung," ucapnya.
Rudy menyampaikan, proses pembangunan flyover Bomang akan miulai pada tahun 2027 mendatang, dimana Pemkab Bogor akan berkolaborasi langsung dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
"Apakah pembangunan infrastrukturnya dimulai dan dituntaskan 2027, nanti akan ada pemerintah yang lebih lanjut dari pemerintah Provinsi Jawa Barat," jelas Rudy.
Baca Juga: Persiapan Jalur Mudik Lebaran, Polresta Tangerang Petakan Jalan Berlubang
Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Bogor, Suryanto Putra mengatakan bahwa fylover Bomang akan dibuat satu jalur dengan lebar 10 meter.
Saat ini, Pemkab Bogor sendiri masih fokus dalam pembangunan Jembatan Nanggerang dan Pesanggrahan yang masih dalam tahap pengerjaan.
Menurut Suryanto, fokus pembangunan infrastruktur jalan tersebut dilakukan agar nantinya seluruh jalan Bomang bisa saling terhubung.
Baca Juga: Hilang Kendali Saat Kendarai Motor, Seorang Pelajar Tewas Kecelakaan di Palmerah
"Jembatan yang sudah tersedia anggaranya itu Nanggerang, jadi jembatan terpanjang, satu lagi pesanggrahan itu lebih kepada rekonstruksi kembali," ujarnya. (cr-6)
