Sejak saat itu, variasi pencarian baru pun bermunculan, mulai dari penggunaan nama panggilan hingga istilah lain yang mengaitkan dirinya dengan konten dewasa.
Peredaran ini membuat nama Winda semakin terseret dalam pusaran kontroversi yang lebih luas.
Waspada Modus Link Palsu dan Phishing
Bersamaan dengan viralnya isu tersebut, muncul pula banyak akun yang mengklaim memiliki versi lengkap video. Biasanya mereka menyertakan tautan tertentu yang dikatakan sebagai akses menuju rekaman penuh.
Baca Juga: Link Video Viral Cukur Kumis Bikin Heboh, Benarkah Ada Versi Full hingga Puluhan Menit? Ini Faktanya
Padahal, pola seperti ini kerap menjadi pintu masuk kejahatan siber.
Tautan bisa mengarah pada situs berbahaya, pencurian data pribadi, penipuan, hingga promosi judi online ilegal.
Pengguna internet diimbau tidak mudah terpancing rasa penasaran dan tetap berhati-hati sebelum menekan link yang belum jelas sumbernya.
Privasi di Era Digital Kian Rentan
Kasus yang menimpa Winda Can kembali menunjukkan tipisnya batas antara ranah pribadi dan konsumsi publik di dunia maya.
Ketika sebuah konten tersebar tanpa kendali, dampaknya tidak hanya berhenti pada viralitas, tetapi juga bisa memicu tekanan psikologis bagi pihak yang dikaitkan.
Selain itu, situasi seperti ini sering dimanfaatkan oleh oknum tertentu demi keuntungan pribadi melalui penyebaran ulang maupun jebakan tautan.
Belum Ada Pernyataan Resmi
Hingga saat ini belum terdapat klarifikasi ataupun keterangan resmi dari Winda Can maupun pihak yang mewakilinya terkait beredarnya video tersebut.
Di sisi lain, pencarian tentang dirinya kini terbelah: antara kenangan publik pada konten jualan jus yang dulu populer dan rasa ingin tahu terhadap rekaman pribadi yang menyebar tanpa izin.
