Keluarga Sebut Ada Perubahan sebelum Korban Tewas Akibat Jalan Berlubang di Matraman

Senin 09 Feb 2026, 17:46 WIB
Korban kecelakaan tunggal akibat jalan berlubang saat hendak disaltkan di kediamannya, Manggarai Utara, Jakarta Selatan. (Sumber: Poskota/M. Tegar Jihad)

Korban kecelakaan tunggal akibat jalan berlubang saat hendak disaltkan di kediamannya, Manggarai Utara, Jakarta Selatan. (Sumber: Poskota/M. Tegar Jihad)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Seorang pelajar meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan tunggal di Jalan Matraman Raya, Jakarta Timur pada Senin, 9 Februari 2026.

Korban tewas saat dalam perjalanan menuju sekolah. Insiden tragis itu diduga dipicu kondisi jalan berlubang serta permukaan tambalan yang tidak rata di lokasi kejadian.

Suasana duka menyelimuti rumah korban di kawasan Manggarai Utara, Tebet, Jakarta Selatan. 

Isak tangis keluarga pecah saat jenazah tiba di kediaman pada pukul 15.14 WIB. Ibu, ayah, serta kerabat yang telah menunggu sejak siang tak kuasa menahan tangis ketika ambulans membawa pulang jasad pelajar tersebut.

Baca Juga: Ada Demo di Jakarta Pusat Hari Ini, Pengendara Diimbau Hindari Ruas Jalan M.H Thamrin dan Gambir

Aldo, kakak korban menyampaikan korban dikenal sebagai pribadi yang baik dan cenderung pendiam, namun aktif dalam kegiatan lingkungan dan pergaulan dengan teman sebaya. 

"Dia sehariannya sih ya anaknya baik ya, pendiam, maksudnya di sini juga terkenal kan karena memang main sering-sering main sama anak-anak yang lain gitu kayak main futsal, main apa gitu," ujar Aldo kepada awak media di lokasi pada Senin, 9 Februari 2026.

Aldo menyebut, di lingkungan tempat tinggalnya sang adik cukup dikenal sering terlibat dalam berbagai aktivitas bersama warga.

"Terus ikut organisasi juga RT RW kayak kajian-kajian, lomba 17-an atau apa gitu organisasi RT RW gitu," ucap Aldo. 

Baca Juga: Eca Aura Buka Suara soal Tabung Pink di Video Pindahan, Netizen: Punya Siapa? Gak Mungkin Tiba-tiba Ada

Pihak keluarga mengaku tidak memiliki firasat khusus sebelum peristiwa nahas tersebut terjadi. 

Namun, Aldo merasakan adanya perubahan kebiasaan dalam beberapa waktu terakhir, di mana adiknya terlihat lebih religius dibanding sebelumnya.

"Untuk firasat sih sebenernya nggak ada ya, cuma ini aja sih kayak ada kebiasaan baru seperti sering ngaji. Semalam sebelum tidur biasanya kan main sosmed dulu atau HP, ini dia kebetulan sebelum tidur dia ngaji dulu gitu," kata Aldo. 

Aldo menyebut, adiknya yang kini menyentuh kelas dua SMK, sehari-hari berangkat ke sekolah menggunakan sepeda motor.

Baca Juga: Kronologi Dugaan Pelecehan oleh Owner Thanksinsomnia Viral di X, Fakta Apa yang Terungkap? Begini Pengakuan Korban

Pada awal masa sekolah ia masih diantar keluarga, namun belakangan sudah berkendara sendiri.

"Sehari-harinya bawa motor, karena kan memang dulu sewaktu masih kelas satu atau ini kan emang saya yang anterin gitu, cuman karena udah bisa bawa motor sendiri ya dia bawa motor sendiri," ungkapnya.

Aldo berharap, jika kecelakaan tersebut benar dipicu oleh kerusakan jalan, pemerintah dapat segera melakukan perbaikan agar tidak kembali menimbulkan korban. 

Menurutnya, persoalan jalan berlubang di ruas Matraman sudah cukup sering terjadi dan perlu penanganan cepat.

"Ya harapannya sih memang kalau misalnya bener murni karena jalan berlubang itu ya mungkin dari pemerintah harus cepat untuk menangani jalan berlubang itu. Karena memang kan seperti yang kita tahu kan memang sering ya jalan berlubang di Jalan Matraman itu kan, cuman dibiarkan saja sama pemerintah. Jadi harapannya sih pemerintah segera gerak cepat aja sih untuk perbaiki fasilitas jalan umum ya gitu," ujarnya. (cr-4)


Berita Terkait


News Update