Namun, Aldo merasakan adanya perubahan kebiasaan dalam beberapa waktu terakhir, di mana adiknya terlihat lebih religius dibanding sebelumnya.
"Untuk firasat sih sebenernya nggak ada ya, cuma ini aja sih kayak ada kebiasaan baru seperti sering ngaji. Semalam sebelum tidur biasanya kan main sosmed dulu atau HP, ini dia kebetulan sebelum tidur dia ngaji dulu gitu," kata Aldo.
Aldo menyebut, adiknya yang kini menyentuh kelas dua SMK, sehari-hari berangkat ke sekolah menggunakan sepeda motor.
Pada awal masa sekolah ia masih diantar keluarga, namun belakangan sudah berkendara sendiri.
"Sehari-harinya bawa motor, karena kan memang dulu sewaktu masih kelas satu atau ini kan emang saya yang anterin gitu, cuman karena udah bisa bawa motor sendiri ya dia bawa motor sendiri," ungkapnya.
Aldo berharap, jika kecelakaan tersebut benar dipicu oleh kerusakan jalan, pemerintah dapat segera melakukan perbaikan agar tidak kembali menimbulkan korban.
Menurutnya, persoalan jalan berlubang di ruas Matraman sudah cukup sering terjadi dan perlu penanganan cepat.
"Ya harapannya sih memang kalau misalnya bener murni karena jalan berlubang itu ya mungkin dari pemerintah harus cepat untuk menangani jalan berlubang itu. Karena memang kan seperti yang kita tahu kan memang sering ya jalan berlubang di Jalan Matraman itu kan, cuman dibiarkan saja sama pemerintah. Jadi harapannya sih pemerintah segera gerak cepat aja sih untuk perbaiki fasilitas jalan umum ya gitu," ujarnya. (cr-4)
