Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana di Balai Kota DKI Jakarta, Senin, 9 Februari 2026. (Sumber: Poskota/M Tegar Jihad)

JAKARTA RAYA

BGN Catat 475 SPPG Beroperasi di Jakarta, 566 Dalam Persiapan

Senin 09 Feb 2026, 20:55 WIB

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana menyampaikan saat ini sudah ada 475 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang beropeasi di wilayah Jakarta.

Jumlah tersebut telah mencakup hampir 60 persen dari target awal SPPG yakni sebanyak 804 titik. Dadan mengatakan, selain yang sudah berjalan, saat ini ada 566 SPPG yang sedang dalam persiapan.

"Allhamdulillah untuk di Jakarta, target kami sebetulnya untuk SPPG ada 804, dan sekarang sudah operasional 475, mencakup hampir 60 persen dan dalam proses persiapan ada 566,” ujar Dadan di Balai Kota DKI Jakarta, Senin, 9 Februari 2026.

“Jadi total sebetulnya kalau semuanya jadi ini jadi 1.041, jadi melebihi dari target," ungkapnya.

Baca Juga: Pemprov DKI Jakarta Perluas Jaringan TOD, Cawang dan Pasar Baru Disiapkan

Jumlah SPPG di Jakarta Terus Meningkat

Lebih lanjut, Dadan menyebut bahwa sekitar dua bulan lalu Jakarta sempat termasuk wilayah dengan perkembangan SPPG yang relatif lambat.

Akan tetapi, dalam waktu yang relatif singkat telah terjadi lonjakan minat dan kesiapan fasilitas di berbagai wilayah sehingga kini jumlah SPPG aktif terus bertambah.

"Saya yakin ini akan cepat terealisasi dalam waktu singkat karena 2 bulan lalu Jakarta ini termasuk yang lambat, tetapi dalam 2 bulan terakhir menyusul," ucap Dadan. 

Menurutnya, sejumlah kecamatan di Jakarta Barat, Jakarta Timur, dan Jakarta Utara yang sebelumnya minim peminat kini malah sudah terusi penuh oleh unit layanan SPPG.

Baca Juga: Peringati Hari Pers Nasional, Wakapolda: Media Online Jangan Kalah Cepat dari TikTok

"Bahkan ada beberapa kecamatan di Jakarta Barat, Jakarta Timur, dan Jakarta Utara yang awalnya kurang peminat sekarang sudah penuh dalam waktu yang singkat," katanya. 

Dadan juga menyoroti dampak lanjutan dari program makan bergizi gratis (MBG) yang mendorong pemanfaatan kembali berbagai unit usaha dan properti yang sebelumnya kurang produktif, khususnya di sektor makanan dan minuman.

"Karena ada beberapa restoran yang kehilangan pelanggannya sekarang jadi SPPG, beberapa kafe yang kehilangan penggemarnya sekarang jadi SPPG," ungkap Dadan. 

Bahkan, ia menyebut bahwa rumah-rumah yang sebelumnya hendak ditinggalkan pemiliknya kini dimanfaatkan sebagai lokasi pelayanan SPPG.

Baca Juga: Intermoven Tampilkan Puluhan Karya Seni Siswa BINUS, dari Beauty Standard hingga Imajinasi Remaja

"Demikian juga untuk rumah-rumah yang mau ditinggalkan sekarang berubah menjadi SPPPG. Alhamdulillah sekarang gairahnya hampir sama antara Jakarta dengan daerah-daerah yang lain," ujarnya. 

Ke depan, tantangan utama yang perlu dijaga adalah kestabilan rantai pasok bahan baku, mengingat kebutuhan SPPG sangat besar dan berlangsung terus-menerus.

"Dan kita harus menjaga agar kebutuhannya bisa terpenuhi tapi harganya tetap bisa kita kendalikan," ucap dia.

Di sisi lain, BGN sendiri telah menyiapkan skema pengendalian harga. Menurutnya jika harga suatu komoditas naik, SPPG diarahkan menggunakan bahan baku alternatif dengan nilai gizi setara. 

"Tapi kalau ada yang kurang laku, kemudian kami instruksikan kepada SPPG agar membeli produk tersebut sehingga bisa naik harganya dan petani senang," ujarnya. (cr-4)

Tags:
MBGMakan Bergizi GratisDadan HindayanaBadan Gizi NasionalSPPG di JakartaSatuan Pelayanan Pemenuhan GiziSPPG

Tim Poskota

Reporter

Muhammad Faiz Sultan

Editor