Kondisi plat besi penopang jalan tol di kolong tol Wiyoto Wiyono, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Minggu, 8 Februari 2026. (Sumber: Poskota/Pandi Ramedhan)

JAKARTA RAYA

Tak Ada Laporan Plat Besi Hilang, Polisi Pastikan Pengawasan Kolong Tol Wiyoto Wiyono

Minggu 08 Feb 2026, 17:11 WIB

TANJUNG PRIOK, POSKOTA.CO.ID - Pihak kepolisian memastikan sejauh ini belum ada lagi laporan terbaru terkait pencurian plat besi di kolong tol Wiyoto Wiyono, Tanjung Priok, Jakarta Utara.

"Untuk saat ini belum ada lagi (laporan)," kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Utara AKBP Onkoseno melalui pesan singkat, Minggu, 8 Februari 2026.

Menurut Onkoseno, pencurian plat besi di kolong tol Wiyoto Wiyono itu sudah ditindaklanjuti dengan menangkap para pelaku tahun lalu.

Bahkan ia menyebut, saat ini besi penopang jalan tol tersebut kini perlahan sudah diperbaiki oleh pihak terkait.

"Dan sudah diperbaiki oleh pihak terkait," kata dia.

Baca Juga: Pohon Tumbang Sempat Tutup Akses Jalan di Cilincing Jakut

Onkoseno mengatakan, kepolisian terus melakukan pengawasan di lokasi tersebut untuk mengantisipasi peristiwa pencurian kembali terjadi. Masyarakat pun diminta segera melapor jika menemukan aksi pencurian plat besi di kolong tol Wiyoto Wiyono.

"Terkait pengawasan merupakan giat pencegahan," ucap Onkoseno.

Sebelumnya, ratusan plat besi hilang di Kolong Tol Wiyoto Wiyono, Tanjung Priok, Jakarta Utara ini merupakan penopang yang berfungai melindungi lapisan beton jalan tol.

Berdasarkan pengamatan di lokasi pada Minggu, 8 Februari 2026, plat besi penopang jalan tol terlihat sudah hilang. Adapun plat besi yang hilang tersebut lokasinya persis di bagian konstruksi jalan tol yang berdekatan dengan permukiman warga, tepatnya RW 08 Kelurahan Papanggo.

Baca Juga: Normalisasi Ciliwung Dikebut, Pramono: Pembebasan Lahan Hampir Selesai

Salah satu warga di lokasi, Hana, 28 tahun mengatakan, pencurian plat besi penopang jalan tol tidak ada lagi karena para pelaku sudah ditangkap.

"Kalau sekarang kondisinya udah enggak ada, kalau sekarang ya. Kalau dulu memang tahun lalu memang banyak, tapi kan udah pada ditangkap," kata Hana kepada Poskota di lokasi.

Ibu rumah tangga ini mengungkapkan, sebelum pelaku tertangkap, hampir setiap hari ada oknum lebih dari dua orang mencuri plat besi penopang jalan tol tersebut. Aksi pelaku biasanya dilakukan pada malam atau dini hari saat situasi dalam kondisi sepi.

"Kalau beraksi malam, kadang subuh, tapi emggak setiap hari juga. Ya pokoknya kalau ada suara berisik, ya itu biasanya mereka lagi pada beraksi," ucap dia.

Baca Juga: Gegara Bocor Gas, Toko Laundry di Bogor Ludes Terbakar 

Hana mengaku, aksi pencurian plat besi penopang jalan itu sangat meresahkan karena warga khawatir sewaktu-waktu jalan tol bisa ambruk.

"Khawatirnya kan takut ambruk, soalnya besi itu kan buat nopang jalan tol ini," kata Hana sambil menunjul jalan tol.

Sementara itu, warga lainnya, Boye, 20 tahun mengatakan oara oknum pencuri plat besi tersebut ada juga dari warga luar. Biasanya para oknum melakukan pencurian dengan membawa peralatan.

"Ya bawa-bawa alat kalau mau nyuri besi, kadang ada tiga orang. Mereka bawa kendaraan sih (motor)," ungkapnya.

Berdasarkan informasi yang didapatkan warga, para oknum bisa menjual satu plat besi tersebut hingga Rp1 juta bahkan lebih.

Boye mengungkapkan, warga penah memergoki oknum yang sedang melakukan aksinya, namun pelaku malah mengancam warga ketika ditegur.

"Ya mereka malah ngancam gitu lah, akhirnya warga lama-lama takut juga kan," ujarnya. (pan)

Tags:
Jakarta UtaraTol Wiyoto Wiyonopencurian plat besiplat besi penopang jalan tolplat besi

Pandi Ramedhan

Reporter

Muhammad Faiz Sultan

Editor