Ribuan Pelajar Ikuti Camp Dai Muda di Lembang, Dedi Mulyadi: Mental Harus Tangguh

Jumat 06 Feb 2026, 16:41 WIB
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (baju putih), dalam kegiatan di Nurul Fikri Boarding School (NFBS) Lembang, Kabupaten Bandung Barat. (Sumber: Poskota/Gatot Poedji Utomo)

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (baju putih), dalam kegiatan di Nurul Fikri Boarding School (NFBS) Lembang, Kabupaten Bandung Barat. (Sumber: Poskota/Gatot Poedji Utomo)

BANDUNG BARAT, POSKOTA.CO.ID - Sebanyak 1.300 pelajar dari berbagai sekolah di Indonesia tumplek blek di Nurul Fikri Boarding School (NFBS) Lembang, Kabupaten Bandung Barat.

Mereka mengikuti kegiatan Camp Dai Muda (CDM) dan Camp for Muslimah Teens (CMT) yang digelar selama tiga hari, Kamis hingga Sabtu, 5-7 Februari 2026.

Kegiatan ini bukan sekadar kemah biasa. Para peserta digembleng lewat pelatihan kepemimpinan, penguatan nilai keislaman, hingga pembentukan karakter agar siap menghadapi tantangan zaman.

Sejumlah agenda edukatif pun disiapkan panitia. Mulai dari kajian klasikal, lead camp, hingga parade kepalestinaan yang bertujuan menumbuhkan kepedulian sosial dan semangat perjuangan umat.

Baca Juga: Pencurian Kotak Amal Masjid di Purwakarta Terekam CCTV

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, yang hadir saat pembukaan acara, menegaskan pentingnya pembinaan generasi muda melalui dua pendekatan utama: fisik dan mental spiritual.

"Anak-anak muda perlu dilatih untuk masa depan lewat dua pendekatan. Pertama fisik, tubuhnya disehatkan dengan makanan yang baik, olahraga, dan pola hidup yang benar. Kedua mental spiritual, mentalnya dibangun kokoh, tahan terhadap ujian, dan kembali kepada Allah ketika menghadapi berbagai hal,” ujar Dedi.

Menurut pria yang akrab disapa KDM itu, latihan kepemimpinan seperti CDM dan CMT harus terus dilakukan agar generasi muda memiliki daya tahan dan karakter kuat.

"Latihan seperti ini harus terpenuhi bagi generasi muda. Saya sendiri sejak SMA sampai mahasiswa selalu ikut pelatihan kepemimpinan," katanya.

Baca Juga: Bandung Utara dan Pacitan Digetarkan Gempa dalam Sehari, Ini Kata BMKG

Sementara itu, Panitia CDM-CMT 2026, Adly Hukmi Koswara, menjelaskan kegiatan ini awalnya hanya berupa kajian biasa untuk syiar Islam. Namun konsepnya kemudian dikemas lebih menarik dengan tambahan berbagai kegiatan dan perlombaan.

"Kami ingin pemuda sekarang tidak hanya tahu hal wajib seperti salat saja, tapi juga mendalami Islam lebih jauh," ungkap Adly.

Ia menambahkan, seluruh peserta diwajibkan menginap dan mengikuti aturan yang telah ditetapkan panitia. Para peserta bahkan dibangunkan untuk tahajud, salat subuh berjamaah, hingga membaca Al-Ma’tsurat.

"Kita bangunkan peserta untuk tahajud, salat subuh berjamaah, Al-Ma’tsurat, dan lainnya, supaya tujuan awal dakwah tetap terealisasi," ujar dia.

Baca Juga: Buruh Pabrik di Serang Cekoki Miras dan Cabuli Gadis di Bawah Umur

Pada hari pertama kegiatan diisi dengan pembukaan. Hari kedua diwarnai kajian dari sejumlah pemateri, salah satunya Husein Gaza. Sementara pada hari penutupan, panitia menghadirkan penyanyi Feby Putri sebagai bintang tamu.

Adly berharap kehadiran para pembicara mampu memberikan wawasan, motivasi, dan inspirasi bagi peserta agar mampu membangun karakter serta berkontribusi positif bagi masyarakat.

Kegiatan ini bukan hanya menambah ilmu, tapi juga menyebarkan ilmu. Seperti pesan Pak Gubernur, jangan berhenti di sini. Ke depan harus bisa bikin acara lebih besar dan lebih bermanfaat. (gat)


Berita Terkait


News Update