Kuasa Hukum Ungkap Kondisi Psikologis Anak Inara Rusli yang Kian Mengkhawatirkan

Kamis 05 Feb 2026, 19:02 WIB
Potret Inara Rusli di Instagramnya (Sumber: Instagram/@mommy_starla)

Potret Inara Rusli di Instagramnya (Sumber: Instagram/@mommy_starla)

POSKOTA.CO.ID - Konflik rumah tangga antara Inara Rusli dan Virgoun kembali memunculkan fakta baru yang mengkhawatirkan.

Kali ini, perhatian tertuju pada kondisi psikologis anak-anak mereka yang disebut mengalami tekanan mental cukup berat akibat situasi keluarga yang tidak kondusif.

Dilansir dari akun TikTok @aladdin_simba pada Kamis, 5 Februari 2026. Kuasa hukum Inara Rusli, Herlina, menyampaikan bahwa berdasarkan laporan psikolog serta keterangan pengasuh, kondisi kejiwaan anak-anak menunjukkan penurunan.

Hal tersebut dipicu konflik berkepanjangan dengan sang ayah serta terbatasnya akses komunikasi dengan ibu mereka.

Baca Juga: Link Video Viral Cukur Kumis Bikin Heboh, Benarkah Ada Versi Full hingga Puluhan Menit? Ini Faktanya

Laporan Psikolog dan Pengasuh Ungkap Tekanan Mental Anak-Anak Inara Rusli

Potret Inara Rusli. (Sumber: Instagram/@mommy_starla)

Menurut Herlina, tekanan psikologis semakin diperparah oleh maraknya pemberitaan hoaks yang menyeret nama kedua orang tua, sehingga berdampak langsung pada kondisi emosional anak-anak.

“Situasi ini menyebabkan penurunan kondisi psikis dan kesehatan anak-anak secara cukup serius,” ujar Herlina saat konferensi pers di kawasan Cipete, Jakarta Selatan, Rabu, 4 Februari 2026.

Tak hanya aspek mental, Herlina juga menyoroti lingkungan tempat tinggal anak-anak saat ini.

Ia menyebut anak-anak terpapar asap rokok hampir setiap hari karena sebagian besar penghuni rumah merupakan perokok aktif. Akibatnya, anak-anak mengalami batuk berkepanjangan selama hampir satu bulan.

Baca Juga: Kenapa Imlek Identik dengan Warna Merah dan Kuning Emas? Ternyata Ini Sejarahnya

Anak-Anak Disebut Ingin Kembali Tinggal Bersama Inara Rusli

Selain itu, penggunaan internet tanpa pengawasan dinilai berpotensi memperburuk kondisi psikologis mereka. Anak-anak disebut memiliki akses internet tanpa batas, tanpa kontrol yang memadai dari orang dewasa.


Berita Terkait


News Update