Fakta Baru Ledakan Bom SMAN 72 Jakarta, Pelaku ABH Akui Sakit Hati karena Dikucilkan di Sekolah

Kamis 05 Feb 2026, 20:13 WIB
SMAN 72 Jakarta, lokasi ledakan bom oleh ABH. (Sumber: Poskota/Pandi Ramedhan)

SMAN 72 Jakarta, lokasi ledakan bom oleh ABH. (Sumber: Poskota/Pandi Ramedhan)

KEBAYORAN BARU, POSKOTA.CO.ID - Polda Metro Jaya mengungkap menemukan fakta baru terkait peristiwa ledakan bom di SMAN 72 Jakarta di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara yang dilakukan oleh anak berkonflik dengan hukum (ABH) berinisial F.

Diketahui ABH menyimpan tekanan psikologis akibat pengalaman sosial di lingkungan sekolah.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Budi Hermanto, mengatakan hasil pemeriksaan sementara menunjukkan pelaku merasa tersisih dan kerap mengalami perlakuan tidak menyenangkan dari sejumlah teman sekolahnya.

Rasa sakit hati yang dipendam dalam waktu lama disebut menjadi pemicu munculnya tindakan ekstrem tersebut.

Baca Juga: Pria Paruh Baya Diduga Lecehkan Bocah Delapan Tahun di Pasar Minggu

“Dari keterangan anak, motif utamanya adalah kekecewaan dan sakit hati terhadap lingkungan sekolah, terutama karena merasa dikucilkan,” ujar Budi kepada awak media, Kamis, 5 Februari 2026.

Selain itu, kata Budi, ABH juga mengaku telah lama mengalami ejekan sejak duduk di bangku sekolah menengah pertama, sering menjadi bahan olok-olok terkait kehidupan sosial dan pergaulannya.

Kondisi tersebut berlanjut hingga masa SMA, sehingga menambah tekanan emosional dan kondisi mental semakin rapuh.

Baca Juga: Kriminolog UGM Ingatkan Potensi Tawuran Jelang Ramadan di Jakarta 

Kemudian perasaan marah dan tertekan diduga memuncak hingga akhirnya mendorong pelaku melakukan aksi tindakan kekerasan yang melukai banyak orang.

"Atas dasar itu, Anak mengaku kemudian memutuskan untuk melakukan aksi pemboman di sekolah," ucap Budi.

Sebelumnya, ledakan di SMAN 72 terjadi pada awal pekan dan diduga berasal dari bahan peledak rakitan sederhana yang dibawa pelaku.

Baca Juga: Transjakarta Layani 413 Juta Pelanggan Sepanjang 2025, Naik Signifikan dari Tahun Sebelumnya

Ledakan dengan skala low explosive tersebut menyebabkan beberapa siswa terluka dan memicu reaksi cepat kepolisian serta tim Gegana yang langsung mengamankan lokasi. (man)


Berita Terkait


News Update