Tanda Tubuh Terjangkit Virus Nipah Seperti Apa? Simak Gejala dan Cara Pencegahannya

Rabu 04 Feb 2026, 13:36 WIB
Gejala dan cara mencegah penularan virus Nipah. (Sumber: Pexels/Gustavo Fring)

Gejala dan cara mencegah penularan virus Nipah. (Sumber: Pexels/Gustavo Fring)

Sampai saat ini, masih belum ada pengobatan ataupun vaksin yang tersedia untuk menangani virus Nipah. Namun, proses pengembangan terhadap pengobatan dan vaksin sedang dilakukan.

Proses Penularan Virus Nipah

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari website resmi Kemenkes, berikut ini beberapa proses penularan virus Nipah.

Baca Juga: Seperti Apa Jam Kerja Dapur Program Makan Gratis? Ini Pembagian Tugas Pemorsian sampai Packing

  • Kontak langsung dengan hewan terinfeksi: termasuk kelelawar buah atau hewan lain (seperti babi) yang menjadi perantaranya.
  • Konsumsi makanan yang terkontaminasi: seperti buah atau nira yang bersentuhan dengan air liur, urin, atau ekskresi kelelawar.
  • Kontak langsung antar manusia: terutama melalui cairan tubuh atau droplet pernapasan orang yang terinfeksi.
  • Tenaga kesehatan yang merawat pasien tanpa perlindungan memadai juga berisiko tinggi tertular.

Gejala Virus Nipah

Menurut WHO, umumnya masa inkubasi virus Nipah membutuhkan waktu sekitar 3 hingga 14 hari sampai menimbulkan gejala yang bisa dideteksi.

Namun, dalam beberapa kasus langka, masa inkubasi bisa terjadi hingga 45 hari setelah terinfeksi.

Untuk mendeteksi apakah tubuh seseorang terjangkit virus Nipah, masyarakat dapat mengidentifikasinya dengan melihat beberapa gejala seperti berikut ini.

  • Gejala awal mirip flu umum.
  • Demam tinggi mendadak.
  • Sakit kepala.
  • Nyeri otot.
  • Mual, muntah.
  • Sakit tenggorokan.

Seiring perkembangan penyakit, virus dapat menyerang sistem saraf pusat, menyebabkan:

  • Pusing dan kebingungan
  • Mudah mengantuk atau penurunan kesadaran
  • Kejang
  • Ensefalitis (radang otak) yang cepat berkembang
  • Komplikasi pernapasan berat yang bisa mengancam nyawa.

Cara Mencegah Penularan Virus Nipah

Kemenkes mengimbau masyarakat untuk mewaspadai penyebaran virus Nipah. Terdapat beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk mencegah penularan demi melindungi diri sendiri dan masyarakat.

  • Hindari kontak langsung dengan hewan yang berisiko. Kelelawar dan hewan ternak seperti babi adalah sumber penularan utama. Hindari kontak langsung dengan hewan-hewan ini.
  • Pastikan mencuci sayur dan buah sebelum mengkonsumsinya. Hindari makanan yang terkontaminasi oleh hewan.
  • Ketika membersihkan kotoran atau urine hewan yang berisiko tertular, gunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan, sepatu boots, dan pelindung wajah.
  • Selalu cuci tangan dengan sabun dan air bersih sebelum dan sesudah berinteraksi dengan hewan atau orang yang sakit, terutama yang memiliki gejala infeksi Nipah.
  • Pastikan daging hewan dimasak dengan baik dan hindari makan daging yang masih mentah.

Berita Terkait


News Update