"Untuk lampion ada yang sampai Rp1 juta. Yang beli udah banyak alhamdulillah," ungkap Yanti.
Menurutnya, penjualan pernak-pernik Imlek tahun ini meningkat setidaknya 50 persen dari tahun sebelumnya. Ia menyebut, lampion hingga angpao menjadi barang yang paling laris manis terjual.
"Imlek tahun ini penjualan meningkat ada 50 persen mah, yang paling laku ya lampion, amplop," kata dia.
Baca Juga: Pramono Anung Tegas Tertibkan Atribut Parpol, Larang Pasang di Flyover dan Jalan Arteri
Hal senada diutarakan pedagang pernak-pernik lain, Susan, 40 tahun. Ia menyampaikan bahwa jelang perayaan Imlek tahun ini, penjualan pernak-pernik sudah mulai diminati sejak Januari 2026.
"Dari akhir bulan Januari lah udah mulai ada penjualan, pengunjungnya udah mulai kelihatan," ucapnya.
Susan mengaku akan berjualan sampai hari H perayaan Imlek yang jatuh pada 17 Februari 2026 mendatang. Ia juga tak menutup kemungkinan bakal terus berjualan pernak-pernik hingga perayaan Cap Go Meh pada 3 Maret 2026.
"Soalnya abis Imlek itu biasanya masih banyak pengunjungnya juga," kata Susan.
Kawasan Petak Sembilan di Pasar Glodok sendiri hingga kini terus dipenuhi pengunjung dari berbagai etnis. Bahkan terlihat ada juga turis asing yang sengaja berkunjung untuk sekadar jalan-jalan sembari melihat pernak-pernik yang dijajakan penjual.
Di sini, pengunjung bisa berbelanja pernak-pernik dengan lengkap. Setelah berbelanja, pengunjung juga bisa menikmati kuliner yang ada di kawasan itu. (pan)
